OKI Maju Bersama

Bersama TP PKK, Pemkab OKI Gagas Sampah Jadi Rupiah

12
×

Bersama TP PKK, Pemkab OKI Gagas Sampah Jadi Rupiah

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Tim Penggerak PKK menggagas pendirian Bank Sampah PKK Lestari sebagai upaya mengubah sampah rumah tangga menjadi bernilai ekonomi, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Program ini diluncurkan di Aula PKK Kabupaten OKI, Jumat (27/3/2026).

Bank sampah merupakan sistem pengelolaan berbasis masyarakat dengan konsep menabung sampah yang telah dipilah. Sampah bernilai ekonomis seperti plastik, kertas, dan logam ditimbang serta dicatat layaknya tabungan. Hasilnya, sampah tersebut dapat ditukar menjadi uang atau manfaat lainnya.

Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan, persoalan sampah saat ini menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Kita berada dalam kondisi darurat sampah. Karena itu, diperlukan gerakan bersama dari semua pihak untuk mengatasinya,” ujar Muchendi.

Ia menekankan pentingnya memulai gerakan dari lingkungan internal pemerintah dan organisasi agar dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas.

“Jika ingin gerakan ini berkembang besar, maka harus dimulai dari instansi dan organisasi. Dari situ akan menular ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK OKI Ike Muchendi menyampaikan, bahwa Bank Sampah PKK Lestari terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada pengurus PKK saja.

“Kami ingin mengajak masyarakat menjadi nasabah bank sampah sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan penimbangan sampah secara rutin dapat menumbuhkan kesadaran kolektif sekaligus memperkuat semangat gotong royong.

“Kegiatan ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi ekonomi keluarga,” kata Ike.

Penukaran sampah dapat dilakukan di Kantor PKK Kabupaten OKI setiap Selasa dan Kamis pukul 10.00–12.00 WIB, serta di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI setiap Jumat pukul 09.00–11.30 WIB.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKI, Muktaqid menjelaskan, bahwa program ini bertujuan mengubah pola lama pengelolaan sampah yang selama ini cenderung kumpul-angkut-buang.

“Melalui bank sampah, kita dorong perubahan menjadi kumpul, pilah, angkut, baru dibuang, sehingga beban tempat pembuangan akhir dapat berkurang,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten OKI berharap Bank Sampah PKK Lestari dapat menjadi percontohan bagi pembentukan bank sampah di berbagai tingkat, mulai dari organisasi perangkat daerah, sekolah, desa, hingga kecamatan.

Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya menekan volume limbah, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan slogan ‘Cerdas Kelola Sampah, Keluarga Lestari’.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *