oleh

Bengkulu Diguncang Gempa 5,9 SR

Ilustrasi gempa. (Thinkstock/Morrison1977)
Ilustrasi gempa. (Thinkstock/Morrison1977)

BENGKULU I Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, menyampaikan telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,9 skala richter (SR) di koordinat 61 barat daya Bengkulu atau 75 km sebelah barat daya Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, pukul 09.14 WIB pada Minggu (10/4).

Gempa ini disebut tidak berpotensi tsunami.

“Pusat gempa bumi berada di Samudera Hindia pada kedalaman 16 km. Meskipun pusat gempa di laut, tetapi gempa tersebut tidak berpotensi tsunami,” ujar Sutopi seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Sutopo bercerita, guncangan gempa berkekuatan besar dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Seluma selama sekitar 30 detik.

Sebagian masyarakat pun langsung berhamburan keluar rumah.

Selain warga Seluma, tuturnya, guncangan gempa berkekuatan sedang juga dirasakan oleh masyarakat di Kota Bengkulu, Bengku Tengah, Kaur, dan Bengkulu Selatan.

“Berdasarkan peta gempa dirasakan, intensitas gempa II-III MMI dan III MMI di Kepahiang,” katanya.

Sutopo menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu dan BPBD kabupaten telah melaporkan bahwa tidak ada dampak gempa.

Dengan intensitas gempa dirasakan hanya III MMI, ucapnya, maka tidak akan memberikan dampak kerusakan pada bangunan.

“Konstruksi bangunan rusak umumnya jika menerima guncangan gempa lebih dari VI MMI. Kondisi masyarakat aman dan normal,” ujarnya.

Sutopo menyebut warga Bengkulu sudah terbiasa dengan gempa, karena hampir setiap hari masyarakat merasakan guncangan gempa dengan intensitas yang bervariasi.

Tingginya ancaman gempa di Bengkulu, ucapnya, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan berbagai pihak terkait lainnya banyak melakukan mitigasi, baik struktural maupun non-struktural.

“Banyak bangunan dibangun dengan kontruksi tahan gempa, pembangunan sirine tsunami, rambu evakuasi, shelter, dan lainnya. Bahkan bencana menjadi kegiatan ekstrakurikuler sekolah-sekolah di Bengkulu dan menjadi muatan dasar dalam pendidikan,” katanya.

Menurut Sutopo, gempa 7,9 SR yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di Bengkulu pada 12 September 2007 silam telah memberikan pelajaran berharga untuk membangun masyarakat yang siap menghadapi gempa.

“Sudah banyak yang dilakukan. Namun masih perlu banyak juga upaya-upaya untuk meningkatkan kesiapsaiagaan pemda dan masyarakat dalam menghadapi bencana besar,” ujarnya. (CNN)

Komentar

Berita Lainnya