oleh

Benarkah Pengembang Properti Perang Harga, DP Rumah 0 Persen?

JAKARTA, – Bank Indonesia menetapkan Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) sebesar 100 persen untuk kredit properti. Artinya, seluruh kebutuhan dana dalam memperoleh kredit properti ditanggung oleh bank, konsumen tidak perlu membayar uang muka mulai 1 Maret 2021.

Namun, sejumlah pihak mempertanyakan apakah relaksasi ini akan berdampak pada persaingan harga produk properti antar pengembang.

Direktur Ciputra Development Tbk Harun Hajadi menegaskan bahwa harga properti sangat tergantung supply dan demand. Apabila demand-nya menjadi lebih besar tentu berdampak pad?a kenaikan harga. Namun apabila supply-nya banyak maka akan ada persaingan harga.

“Ada stimulus ini permintaan pasti akan membesar, tetapi apakah permintaan akan diterjemahkan menjadi penjualan, itu sangat tergantung dari bank pemberi kreditnya,” ujarnya, Jumat (20/2/2021) malam.

Apabila permintaan besar, maka perbankan juga dalam mengevaluasi nasabahnya lebih mudah. Namun demikian, stimulus LTV 100 persen ini sangat tergantung dari perbankan apakah mau memberikan atau tidak karena risiko untuk bank sangat besar.

“Tujuannya DP kan supaya nasabah memikul resiko juga, enggak gampang default karena sudah memasukkan uang juga. Kalo DP 0% kan lebih mudah untuk ngabur,” tuturnya.

Managing Director Strategic Business & Services PT Sinar Mas Land Alim Gunadi berpendapat sebenarnya untuk para pengembang persaingannya lebih kepada produk yang ditawarkan termasuk dari segi desain, fungsi ruangan, fasilitas pendukung, aksesibilitas dan juga harga.

“Semua hal tersebut jadi pertimbangan,” ucapnya.

Ada atau tidak adanya stimulus ini tidak berdampak pada persaingan harga antar pengembang. Pasalnya, harga sangat bergantung pada kemampuan cash flow. Selain itu terkait produk yang dipilih juga tergantung pada customer.

“Customer yang punya kemampuan cash flow dan cenderung melihat ke produk,” tuturnya. (BIN)

Komentar

Berita Lainnya