oleh

Belum Setahun, Peningkatan Kasus KDRT di Lahat Sudah Terlihat

LAHAT – Bermula dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pelecehan, pemerkosaan, perebutan hak asuh dan penelantaran kasus kekerasan terhadap perempuan mengalami kenaikkan di tahun 2021. Meski belum satu tahun, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lahat melalui UPTD PPA Lahat saat ini sudah ada 12 kasus.

Angka ini naik tiga kasus jika dibanding tahun 2020 yang hanya 9 kasus. “Sejauh ini laporan yang masuk hingga bulan Juli 2021 sudah 12 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan. Meningkat dibanding tahun sebelumnya hanya ada 9 kasus saja sepanjang tahun,” terang Kepala UPTD PPA, Lena Ernawati, SPd., Rabu (11/8/2021).

Lena menjelaskan, laporan kasus kekerasan terhadap perempuan yang tersebar di seluruh Kabupaten Lahat itu didominasi oleh kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), disusul pelecehan dan pemerkosaan, perebutan hak asuh dan penelantaran. “Penelantaran di sini maksudnya, sebagai istri tidak diberikan haknya, contohnya hak ekonomi anak dan istri, tidak diberikan, walaupun diberi sangat tudak sesuai atau sesukanya saja,” ungkapnya.

Sementara, sebelumnya pada tahun 2021 juga telah terdata ada 10 kasus kekerasan pada anak. Mulai dari kasus kekerasan pada anak dengan kasus tambahan yakni perkosaan dan hak waris. “Kalau tahun sebelumnya (2020) kekerasan terdahap anak terdata sebanyak 18 kasus, mulai dari kasus penelantaran, perebutan hak asus, penganiayaan dan pelecehan terhadap anak perempuan,” sampainya. (Srf)

Komentar

Berita Lainnya