oleh

Bawaslu Basel Dirikan Posko Pengaduan di Seluruh Desa

TOBOALI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) membentuk posko pengaduan di setiap desa untuk mengawal tahapan pemuktahiran data pemilih pada Pilkada serentak tahun 2020.

Posko tersebut akan menjadi tempat pengaduan masyarakat apabila namanya belum terdaftar sebagai pemilih atau tidak. Lalu dilakukan pencocokan dan penilitian oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

“Kita akan bentuk posko pengaduan di setiap desa. Posko ini sangat penting guna menjamin hak pilih telah terdaftar pada pilkada serentak 2020 bupati dan wakil bupati tahun ini,” ujar Komisioner Bawaslu Basel Azhari, Rabu (12/8/2020).

Dengan pendirian posko ini, Azhari mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada PKD ataupun kepada PPS jika belum tercoklit dengan data pemilih. Syarat yang harus dibawa KTP dan Kartu Keluarga (KK).

“Laporan dari masyarakat akan menjadi dasar untuk kami dari Bawaslu menyampaikan atau merekomendasikan kepada jajaran KPU untuk memasukkan nama-nama masyarakat yang belum tercoklit,” terangnya.

Menurut dia, jika DPT telah ditetapkan dan tidak bisa diubah lagi, maka masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya yaitu dengan datang langsung ke TPS pada hari pencoblosan 9 Desember 2020 dengan membawa identitas KTP.

“Posko ini juga mengakomodir pengaduan lainnya terkait denga pilkada serentak 2020 seperti tentang indikasi dugaan pelanggaran baik itu money politic dan sebagainya. Tapi disertai dengan bukti-bukti yang sah,” jelasnya. (Devi)

Komentar

Berita Lainnya