oleh

(Artikel) Promosi Budaya dan Pariwisata Sumatera Selatan di tengah Pandemi Covid-19

Oleh : Muhammad Farhan Asyraf

Palembang l Sudah 2 tahun belakangan ini pandemic covid-19 melanda seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Berbagai dampak pun muncul akibat dari virus covid-19 ini di berbagai sektor industry, transportasi, ekonomi, hingga yang paling terdampak adalah sektor pariwisata yang hampir di pastikan lumpuh selama 2 tahun belakangan ini. Dari berbagai permasalahan itu muncul banyaknya masyarakat
yang menganggur.

Berita baik datang dari provinsi Sumatra selatan yang berhasil menurunkan tingkat penularan covid-19 yang semula level 4 menjadi level 2. Hal ini menjadi tren positif yang menjadi pemicu awal meningkatnya ketahanan masyarakat di Sumatra selatan.

Dinas kebudayaan dan pariwisata sumatera selatan melalui tren positif ini kembali gencar untuk mempromosikan sektor pariwisata di sumatera selatan yang ada di 17 kabupaten dan kota dalam kondisi pandemi ini.

Kegiatan promosi ini dilakukan dengan kerjasama antar berbagai kepala daerah di masing masing kabupaten/kota di sumatera selatan.

Banyak tempat-tempat yang dicoba dihidupkan kembali oleh pemda sumatera selatan antara lain di kota Palembang ada jembatan ampera, museum al-quran akbar, masjid agung Palembang, benteng kuto besak, pulau kemaro. Kemudian ada wisata alam seperti gunung dempo di pagaralam dan danau ranau di oku selatan.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru berharap dari penggalangan kembali sektor wisata ini dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata di sumatera selatan dan kembali menghidupkan perekonomian sumatera selatan yang terkendala akibat pandemi covid-19 ini serta dapat membantu masyarakat khususnya di provinsi sumatera selatan untuk kembali mendapatkan pekerjaan.

Berbagai cara dilakukan pemda Sumatra selatan untuk dapat meningkatkan kembali sektor pariwisata yang sempat redup, Hal itu berupa promosi melalui media digital. Dengan memposting sektor-sektor pariwisata yang ada di provinsi sumatera selatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang Ketat.

Komentar

Berita Lainnya