oleh

APPSI OKI Harus Menjadi Wadah Bagi Pedagang

KAYUAGUNG I Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Iskandar SE meminta Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mampu mengajak pedagang untuk meningkatkan retribusi pasar guna mendukung program pemerintah dalam meningkatkan PAD.

Kata Iskandar, guna meningkatkan PAD OKI diperlukan kerja sama semua pihak, terutama Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI)  “Dengan dikukuhkannya komisariat APPSI yang tersebar di 30 Pasar yang ada di 14 Kecamatan, Kabupaten OKI. Saya berharap keberadaan APPSI dapat mendukung Pemerintah dengan mengajak para pedagang untuk meningkatkan retribusi pasar guna menambah PAD OKI,” kata Bupati saat melakukan pengukuhan pengurus Komisariat APPSI wilayah OKI, di Pasar Shopping Kayuagung Rabu (13/1/2016).

Menurutnya, PAD dari sektor retribusi dapat digunakan kembali untuk pembangunan pasar dan pembangunan fasilitas pedagang guna kenyamanan.

“Bagaimana kita bisa merehap atau membangun pasar, kalau tidak didukung Pendapatan Daerah. Oleh sebab itu, saya berharap ada dukungan APPSI sebagai perpanjangan tangan Pemerintah,” katanya lagi.

Bupati pun berharap, APPSI menjadi wadah para pedagang untuk menyampaikan keluhan dan usulan para pedagang dan disampaikan kepada Pemerintah.

“Dengan adanya APPSI ditingkat Kecamatan, artinya pedagang di setiap pasar bisa langsung menyampaikan keluhan atau usulanya ke APPSI di komisariat pasar tersebut. Nanti dari APPSI bisa langsung diteruskan ke Pemerintah. Saya apresiasi kinerja badan pasar yang sudah berupaya meningkatkan pelayanan pasar dan merangkul APPSI,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Kabupaten OKI, Abdulroni SH mengatakan, pihaknya siap merangkul para pedagang pasar untuk mendukung program Pemkab OKI.

“Kita siap mendukung program pemerintah, terutama mengajak para pedagang untuk taat pajak dan taat membayar retribusi. Hal itu untuk kemajuan pembangunan pasar tradisional agar dapat bersaing,” ujarnya.

Dengan adanya APPSI, pihaknya dapat menampung aspirasi para pedagang, terutama para pedagang di 30 pasar yang ada di OKI.

“Selama ini para pedagang pasar ditingkat Kecamatan, sulit menyampaikan aspirasinya. Oleh sebab itu, kita bentuk APPSI di tingkat Kecamatan agar aspirasi para pedagang di pasar yang jauh dari ibukota dapat terserap. Kami juga berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan PAD dari retribusi pasar,” ujarnya lagi.

Kepala Badan Pengelolaan Pasar dan Kebersihan (DPPK) OKI,  Tohiryanto mengungkapkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan PAD dari retribusi pasar dan sewa toko. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan perbaikan fasilitas pasar.

Dia menjelaskan, PAD dari sektor retribusi Karcis Pelayanan Pasar tahun 2015, terealisasi Rp 118.078.000 dan retribusi pertokoan yang dikontrakkan terealisasi Rp 366.163.600. PAD tersebut akan terus ditingkatkan pada tahun 2016. (Romi)

Komentar

Berita Lainnya