oleh

Alumni Fisip UIN Raden Fatah Palembang Dituntut Mampu Berpikir Cerdas dan Bersaing

PALEMBANG | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menyelenggarakan yudisium sarjana angkatan ke 6 dan 7, Jumat (3/7/2020) secara virtual melalui Aplikasi Zoom Meeting.

Pada kesempatan ini, pihak rektorat yang diwakili oleh Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang, seluruh unsur pimpinan Fakultas, Dosen dan Staf, orangtua mahasiswa, serta Alumni peserta yudisium hadir bertatap muka menggunakan video cenference.

Dekan Fisip UIN Raden Fatah Palembang Prof Dr Izomiddin mengungkapkan, mahasiswa yang diyudisium dari Program Studi Ilmu Politik dan Ilmu Komunikasi, dengan rincian mahasiswa Prodi Ilmu Politik sebanyak 23 mahasiswa dan Ilmu Komunikasi sebanyak 45 mahasiswa. Masing masing mahasiswa dari prodi Ilmu Politik mendapatkan gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dan mahasiswa Ilmu Komunikasi mendapat gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I. Kom).

Dia berpesan, agar para alumni ini jangan berhenti untuk melangkah dalam mendapatkan ilmu. “Ketika kami menerima adik-adik untuk belajar di Fisip UIN Raden Fatah Palembang adalah amanah bagi kami, alhamdulillah akhirnya adik-adik mampu menyelesaikan pendidikannya di Fisip UIN Raden Fatah Palembang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ke depan para alumni ini tidak boleh hanya berpikir ala kadarnya saja melainkan harus mampu berpikir cerdas dan mampu bersaing.

Ditambahkan Wakil Dekan 1 Fisip UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Yenrizal, M.Si bahwa ini adalah momen yudisium versi online pertama yang mereka lakukan. “Alhamdulillah kita bisa laksanakan dengan baik, tanpa mengurangi khidmat acara, kendati jaraknya berjauhan. Kita adakan full daring,dan atas kerjasama semua pihak bisa berjalan baik, kepada para alumni kita ucapkan selamat, teruslah inovatif, kreatif dan berprestasi walau dalam masa pandemi,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan wali alumni, Firmansyah Wahyudi dalam sambutannya menyatakan bahwa pendidikan yang diraih hari ini tidak cukup membuat anak-anak (disebut) sukses. Menurutnya, sekarang ini bukan hanya dituntut kerja keras akan tetapi dituntut untuk kerja cerdas.

“Indonesia membutuh pemuda untuk membawa perubahan, jadilah kalian pembawa pembaharuan di negara ini. Perjalanan masih panjang dan terus berjuanglah walaupun kita sedang di masa pandemi covid saat ini,” ujarnya. (ad)

Komentar

Berita Lainnya