KAYUAGUNG I Akses jalan penghubung yang berada di desa Sumber Agung Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan terkesan luput dari perhatian pemerintah daerah. Hal itu dibuktikan dengan kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah dan sudah berlangsung sejak bertahun-tahun.
Informasi yang dihimpun hampir seluruh badan jalan di daerah tersebut dengan kondisi berlumpur bahkan para siswa Sekolah Dasar (SD) yang ingin menuju ke SDN IV Sumber Agung harus melepas sepatu ketika melintasi jalan tersebut. ironisnya kondisi ini sudah berlangsung lama.
Kepala Desa Sumber Agung, Mat Hasan mengatakan, memang kondisi jalan di desanya tersebut sangat memperihatinkan. Ironisnya kondisi ini terkesan luput dari perhatian pemerintah padahal pihaknya sudah mengajukan proposal ke pemerintah setempat untuk dilakukan perbaikan.
“Ya memang kondisinya seperti itu, saya selaku pemerintah desa terkadang malu karena tidak sedikit masyarakat yang melintasi jalan tersebut kemudian diunggah ke medsos, kalau kata orang jalan ini tidak diperhatikan itu memang benar,”jelasnya.
Menurutnya, saat ini dirinya secara pribadi telah melakukan perbaikan dengan menimbun jalan tersebut. “Saya sudah timbun jalan itu dengan uang pribadi dan kendaraannya kita pinjam dari perusahaan yang beroperasi disini, tapi itu hanya satu titik dan masih banyak titik lainnya yang masih rusak,”jelasnya.
Mat Hasan merincikan, kerusakan ruas jalan yang berada di desanya tersebut sepanjang satu kilometer. “Masyarakat sangat berharap pemerintah bisa menganggarkan untuk perbaikan jalan tersebut karena sangat mendesak bahkan jalan ini sulit dilalui apalagi kendaraan roda empat,”terangnya.
Kamaluddin Anggota DPRD OKI Dapil IV mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari masyarakat setempat terkait rusaknya jalan tersebut. “ Itukan Dapil saya jadi masyarakat menyampaikan kesaya agar dapat dilakukan perbaikan,”jelas Kamal.
Kata Kamal, seharusnya perbaikan jalan tersebut akan dilakukan dengan menggunakan dana DAK berhubung ada juklak dari kementrian dana DAK harus digunakan dalam satu ruas jalan akhirnya dana tersebut dialihkan ke daerah Sepucuk. “Kita akan terus berupaya apakah perbaikan jalan ini bisa digunakan melalui alokasi dana pasca bencana atau anggaran lainnya,”ungkapnya.
Hal senada juga diutarakan Made Indrawan yang juga dari dapil yang sama menjelaskan, sebenarnya jalan itu dulunya bagus akan tetapi karena sering dilintasi angkutan bertonase tinggi untuk pembuatan irigasi 2015 akhirnya mengalami kerusakan seperti saat ini. “Nanti akan kita usulkan untuk dana pemeliharaan. Karena jalan ini juga menjadi akses pertanian karena mayoritas masyarakatnya bertani,”ungkap politisi PDI Perjuangan ini, Kamis (22/12).
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD OKI, Abdiyanto Fikri mengatakan, memang perbaikan jalan Sumber Agung tersebut belum dianggarkan akan tetapi pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar jalan tersebut bisa diperbaiki tahun depan. “ Kita masih ada dana pasca bencana sebesar Rp 17 Miliar, adalagi dana Aspirasi DPRRI 70 Miliar dan Dana Bagi Hasil yang masih bisa digunakan utnuk perbaikan jalan tersebut, kita berharap masyarakat bisa bersabar karena memang dana DAK yang kita usulkan untuk perbaikan jalan tersebut ternyata dialihkan ke Jalan Sepucuk sesuai juklak dari kementrian,”jelasnya. (Romi Maradona)













