oleh

Ahok Beberkan Pertemuan dengan Aguan Bahas Reklamasi

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja mengakui pertemuannya dengan bos Agung Sedayu Aguan untuk membahas kompensasi dari reklamasi Teluk Jakarta. (CNN Indonesia/Aghnia Adzkia)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja mengakui pertemuannya dengan bos Agung Sedayu Aguan untuk membahas kompensasi dari reklamasi Teluk Jakarta. (CNN Indonesia/Aghnia Adzkia)

JAKARTA I Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membeberkan pertemuan antara dirinya dengan Bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan yang membahas kewajiban pengembang membayar kontribusi tambahan untuk reklamasi 17 pulau.

“Itu tahun 2013 pas saya masih jadi Wakil Gubernur, ribut di sport club di Pantai Mutiara. Mereka (pengusaha) cuma mau bayar Rp1 juta sampai Rp2 juta per meter (untuk kontribusi),” kata Ahok di Kantor Balai Kota DKI Jakarta, Senin malam (11/4).

Dalam pertemuan tersebut, para pengembang termasuk Aguan melobi Ahok untuk membayar kontribusi dengan nilai sekitar Rp1 juta dikalikan luas lahan. Ahok menolak lobi Aguan dan kawan-kawannya.

“Saya tidak mau dan lapor Pak Jokowi (Gubernur DKI Jakarta saat itu) bahwa kami tidak mau,” katanya.

Alasan Ahok, nominal uang tersebut dapat digugat dan dipertanyakan. Mantan Bupati Belitung Timur ini pun ngotot agar kontribusi dibayar seharga Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). Menurutnya, harga NJOP terus meroket dan nantinya dapat menguntungkan pemerintah daerah.

Berselang dua tahun, Ahok pun memutuskan harus ada kontribusi sebanyak 15 persen dari total luas lahan yang dijualbelikan dikali NJOP. Kebijakan ini tengah diajukan melalui Raperda Reklamasi Teluk Jakarta yang diajukan pada 23 November 2015. Namun hingga kini DPRD DKI Jakarta belum juga menyepakati angka kontribusi ini.

Sementara pembahasan macet, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru mengendus dugaan suap antara pengusahan pengembang dari PT Agung Podomoro Land (PT APL) dengan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi. Presdir PT APL diduga menyuap sedikitnya Rp2 miliar untuk Sanusi terkait Raperda tersebut.

Selain itu, Ahok menjelaskan dirinya pernah bertemu Aguan untuk membahas politik. Aspirasi pengembang ini pun disampaikan ke Presiden Joko Widodo.

“Mereka berpikir saya dekat dengan Pak Jokowi,” kata Ahok.

Sebelumnya, Sunny Tanuwidjaja selaku Staf Ahok mengakui telah mengatur pertemuan antara Ahok dengan Aguan. “Saya ngatur pertemuan Pak Ahok dengan berbagai macam pengusaha, mau Pak Aguan, Pak Trihatma, siapa pun,” kata Sunny.

Pertemuan bisa diminta oleh pihak Ahok maupun pihak pengusaha termasuk Aguan. Sunny pun mencocokkan jadwal keduanya. Pertemuan membahas beragam hal.

Untuk diketahui anak perusahaan PT Agung Sedayu Group, PT Kapuk Naga Indah, menggarap proyek reklamasi pulau A, B, C, D, dan E. Sementara itu, anak perusahaan PT Agung Podomoro Land yakni PT Muara Wisesa Samudra menggarap reklamasi Pulau G.(CNN)

Komentar

Berita Lainnya