Palembang

UIGM Ciptakan Mesin Pengering Otomatis Berbasis Infrared, Bantu Perajin Eceng Gondok di Pulau Kemaro

6
×

UIGM Ciptakan Mesin Pengering Otomatis Berbasis Infrared, Bantu Perajin Eceng Gondok di Pulau Kemaro

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

PALEMBANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) menghadirkan inovasi mesin pengering otomatis berbasis infrared untuk membantu meningkatkan produktivitas UMKM Sesera Kumpe Craft di Pulau Kemaro, Palembang.

Inovasi tersebut menjadi solusi atas kendala utama yang selama ini dihadapi para perajin eceng gondok, yaitu proses pengeringan bahan baku yang masih bergantung pada sinar matahari. Kondisi cuaca yang tidak menentu sering menyebabkan proses produksi terhambat dan kualitas bahan baku menjadi tidak seragam.

Mesin tersebut dibangun menggunakan rangka baja yang kokoh dengan kabinet tertutup dan rak bertingkat sehingga mampu menampung bahan baku dalam jumlah lebih banyak dibandingkan metode penjemuran konvensional. Sistem pemanas menggunakan enam lampu infrared yang dipasang pada bagian atas dan bawah ruang pengering sehingga distribusi panas menjadi lebih merata.

Selain mempersingkat proses pengeringan, teknologi ini juga membantu menjaga kualitas bahan baku karena tidak lagi terpapar debu, hujan, maupun perubahan cuaca yang sering menjadi penyebab kerusakan bahan.

Ketua Tim Pengabdian, Herda Sabriyah Dara Kospa, S.P., M.IL., M.Sc. menjelaskan bahwa mesin pengering dirancang sesuai kebutuhan mitra sehingga mampu mempercepat proses pengeringan sekaligus menjaga kualitas bahan baku.

“Melalui penerapan teknologi tepat guna ini, kami berharap proses produksi menjadi lebih efisien dan tidak lagi bergantung pada kondisi cuaca. Dengan demikian, mitra dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi permintaan pasar secara lebih optimal,” ujarnya.

Selain mengembangkan mesin pengering otomatis, Tim PkM juga memberikan teknologi tepat guna lainnya seperti mesin pemipih, mesin jahit, serta bahan dan alat produksi serta pemasaran lainnya. Tim juga memberikan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan alat agar teknologi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Program ini turut didukung dengan penyediaan mesin press pemipih eceng gondok, mesin jahit, penguatan branding produk, serta pendampingan pemasaran digital melalui marketplace.

Ketua UMKM Sesera Kumpe Craft, Novita Sari, menyambut baik inovasi tersebut. Menurutnya, kehadiran mesin pengering sangat membantu proses produksi karena pekerjaan tidak lagi terhenti saat cuaca hujan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM berbasis potensi lokal sekaligus mendukung pemanfaatan eceng gondok menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *