Lahat

Pemkab Lahat Luncurkan Expor Kopi Liberika Perdana ke Malaysia

156
×

Pemkab Lahat Luncurkan Expor Kopi Liberika Perdana ke Malaysia

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

Lahat, – Kabupaten Lahat akhirnya lakukan export perdana komoditas perkebunan. Sebanyak 19.8 ton atau satu kontiner biji kopi jenis liberika, diluncurkan ke Negeri Jiran (Malaysia). Meski jumlah ini belum sesuai harapan Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, expor perdana ini jadi langkah awal bagi Kabupaten Lahat mengenalkan komoditas perkebunan ke pasar global.

Bursah Zarnubi mengatakan, jumlah ini bagi dirinya bukan sebuah prestasi, mengingat hasil produksi kopi di Kabupaten Lahat mencapai 56 ribu ton per tahun. Namun, Lahat tetap bangga dengan prestasi anak-anak Lahat yang sudah berani menjual produk asli Lahat ke pasar global.

“Kopi liberika ini memang jenisnya berbeda, dengan jumlahnya yang tidak sebanyak robusta. Jadi wajar saja jika jumlahnya tidak begitu besar. Kedepan harus diatas 1.000 ton,” kata Bursah, Senin (10/11/2025).

Didampingi Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, Bursah menyebut, kopi merupakan komunitas unggulan di Kabupaten Lahat. Jika irigasi yang akan dibuat sudah selesai, kita menargetkan akan membuka lahan baru khusus untuk perkebunan kopi. Rencananya akan membuka perkebunan kopi seluas 2.000-3.000 hektar kebun kopi jenis Arabika.

“Tentunya kita harapkan, expor ini bisa berimbas pada peningkatan kesejahteraan petani kita. Dengan ini artinya kita sudah mulai masuk pasar global, Lahat sudah mulai dikenal,” ucapnya.

Sementara, Ketua Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Provinsi Sumsel, drh Sri Endah Ekandari MSi menerangkan, Lahat merupakan wilayah pertama di Sumsel yang lakukan expor kopi ke Malaysia. Dirinya cukup bangga ternyata komunitas pertanian, perkebunan di Sumsel cukup diminati oleh negara luar.

“Sepanjang tahun 2024, expor dari Sumsel baru sebanyak 18 kali, dengan total 178.3 ton ke negara Malaysia, Australia, Arab Saudi dan Jerman. Lahat baru kali pertama, dan sudah mengantongi sertifikat pito senitari,” terangnya.

Sri Endah Ekandari mengakui, jumlah ini masih sedikit, karena expor kopi saat ini masih dikuasai oleh Provinsi Lampung. Karena itu, dirinya telah membuat sebuah program untuk memberkode seluruh komonitas pertanian dan perkebunan di Sumsel.

“Dengan program itu, nanti tercatat meski diberangkatkan dari Lampung, komoditasnya tetap tercatat berasal dari Sumsel. Kita berharap, kedepan Lahat akan semakin banyak lakukan expor, bukan hanya kopi tapi juga komoditas pertanian dan perkebunan lainnya,” sampainya. Sfr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *