
PALEMBANG I Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang mengklaim jika saat ini jumlah anak jalanan (anjal) dan gepeng (gelandangan dan pengemis) jumlahnya semakin menurun dibandingkan beberapa tahun lalu. Bahkan, kini hampir di sejumlah titik-titik jalan protokol dan persimpangan lampu merah sudah sangat jarang ditemui anjal.
“Kalaupun ada, itu justru anjal dan gepeng yang dikirim dari daerah kabupaten/kota lain. Karena kami pernah menemukan langsung, banyak anjal yang diangkut dengan pick up dan diturunkan di daerah Kertapati. Itu yang kadang menyebabkan banyak anjal yang berkeliaran,”kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Faizal AR, Minggu (8/5/2016).
Padahal, pihaknya telah melakukan penertiban secara berlanjut pukul 06.30 hingga 24.00 setiap harinya. Penertiban difokuskan di 16 titik persimpangan yang ada, diantaranya di Simpang Polda, Simpang Charitas, Simpang TAA, Simpang Jakabaring, Simpang Veteran, serta Simpang Lima DPRD Sumsel.
“Kalau grafik kita jumlahnya terus berkurang setiap penertiban, kadang justru tidak ditemukan sama sekali ketika penertiban. Tetapi kita akan tetap lakukan penertiban, juga masuk ke pasar dan masjid,”ungkapnya.
Saat ini, tercatat ada sekitar 300 anjal dan orang terlantar yang dipelihara di Panti Rehabilitasi – Panti Gelandangan dan Orang Terlantar (PR-PGOT) yang dikelola oleh Dinsos Palembang.
“Kapasitasnya sekitar 500 orang, tetapi rasanya sudah sumpek dengan jumlah 300 saat ini,”urai Faizal.
Faizal juga mengimbau bagi warga yang melihat atau menemukan orang terlantar, anjal, serta orang gila dapat langsung menghubungi Dinsos Palembang. Petugas akan langsung sigap mengamankan, karena tak hanya mengurangi keindahan kota. Tak jarang orang gila yang berkeliaran mengganggu warga.
“Bisa langsung menelepon ke kantor Dinsos, agar petugas langsung menjemput orang terlantar itu. Kami juga berharap daerah lain untuk tidak menambah jumlahnya dengan mendistribusikannya ke Palembang. Itu tanggung jawab pemerintah daerah, sehingga kita harus bersama-sama mengurusnya, kan diatur dalam Undang-Undang,”tukasnya. (Supardi)












