KAYUAGUNG I Guna memenuhi kebutuhan benih padi pada musim tanam April – September (Asep) tahun 2017, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), membinah penangkaran benih padi pada musim tanam Oktober – Maret (Okmar) di tahun 2016/2017. Penangkaran benih padi tersebut dilakukan pada tiga kecamatan yakni, Kecamatan Lempuing Jaya seluas 500 ha, Lempuing seluas 125 ha dan Kecamatan Jejawi seluas 9 ha. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten OKI, Syarifudin SP MSi, Selasa (29/11/2016).
Lebih lanjut ia mengatakan, total dari luas penangkaran benih padi tersebut seluas 634 ha, dengan prakiraan dapat menghasilkan benih sebanyak 2.536 ton. “Dari hasil benih padi tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan benih padi di Kabupaten OKI, sementara kebutuhan benih padi Kabupaten OKI pada tahun 2017 sebanyak 4.890 ton dan masih kekurangan 2.354 ton,” jelasnya.
Dikatakan Syarifudin, Pemerintah Kabupaten OKI mempunyai target bisa memenuhi kebutuhan benih padi sendiri, bahkan optimis bisa mensuplai kebutuhan benih padi kabupaten lain. “Kedepan kita optimis dapat memenuhi kebutuhan benih di Kabupaten OKI maupun mensuplai kebutuhan benih padi di kabupaten lain di Provinsi Sumsel,” katanya.
Ditambahkannya juga, produsen benih (Unit Pengolah Benih) Kabupaten OKI diminta oleh Kepala Dinas Pertanian TPH Provinsi Sumsel untuk tidak menjual benih hasil penangkarannya ke luar provinsi, diharapkannya bila tidak terserap di kebutuhan lokal segera lakukan koordinasi dengan asosiasi penangkaran benih padi sumsel.
Upaya penangkaran demikian merupakan peluang usaha baru bagi para kader muda petani yang ada di pedesaan, disisih lain hanya saprodi benih yang dapat dihasilkan oleh para petani sendiri, sedangkan saprodi lain berupa pupuk & pestisida dihasilkan oleh industri.
Tahun 2017 yang akan datang Kabupaten OKI juga akan mengembangkan tanaman jagung pada lahan potensi pangan di IP 200 pasang surut dan IP 300 di lahan tadah hujan yang semula ditarget 17.500 ha, dan target OKI ditambah lagi menjadi 20.000 ha, tentu ini tugas berat yang harus kita sukseskan.
“Untuk ini kami mengharapkan dukungan semua pihak termasuk media massa dan lembaga swadaya masyarakat, dapat ikut mensosialisasikan kepada semua petani Kabupaten OKI guna suksesnya program ini,” harapnya sambil menambahkan jagung yang akan dikembangkan adalah jagung hibrida untuk pakan ternak, tentu kita juga berharap industri pakan ternak dapat dibangun di Kabupaten OKI dimasa mendatang. (Romi)













