Berita Daerah

Pesan Berantai Penculikan di Kabupaten PALI Hoax

192
×

Pesan Berantai Penculikan di Kabupaten PALI Hoax

Sebarkan artikel ini
Pesan-Berantai
pemkab muba pemkab muba

Pesan Berantai Penculikan di Kabupaten PALI Hoax PALI I Terkait pesan berantai yang menyebar di media sosial tentang adanya penculikan anak kecil, membuat Pemerintah Kabupaten PALI dan pihak kepolisian mengambil tindakan dan menyatakan bahwa pesan berantai yang membuat warga PALI resah itu hanyalah hoax atau berita bohong.

Seperti yang dikemukakan Maryono, SE plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) kabupaten PALI saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (16/3).

Atas pesan berantai tersebut, Maryono menghimbau agar masyarakat kabupaten PALI untuk tidak terprovokasi dan mudah percaya terhadap pesan tersebut.

“Kepada masyarakat PALI, jangan langsung percaya dengan pesan tersebut. Itu hanyalah hoax. Maka dari itu, masyarakat jangan mudah terprovokasi dan tetap tenang menghadapi pesan seperti itu,” ucap Maryono.

Sejauh ini, Maryono juga belum mendapat laporan adanya penculikan anak yang terjadi di kabupaten PALI.

“Kita belum dapat laporan soal itu. Jadi sekali lagi itu hanyalah hoax,” tandasnya.

Tidak hanya itu, Dari penelusuran SN di setiap Polsek yang ada di Kabupaten PALI, seluruh Kapolsek menyebutkan bahwa informasi itu hoax atau berita bohong.

Sebab sampai hari ini, seluruh kepolisian yang ada di Bumi Serepat Serasan belum menerima laporan kehilangan anak ataupun laporan adanya penculikan.

“Bohong itu, warga tidak usah khawatir. Sebab tak satupun laporan masuk ke kita terkait masalah tersebut,” ucap Kompol Victor Eduard Tondaes disampaikan Kapolsek Talang Ubi, Kamis (16/3).

Sama halnya diucapkan Iptu Acep YS Kapolsek Penukal Utara, bahwa apabila memang ada penculikan, pastinya ada warga yang melapor.

“Saya juga pernah baca pesan itu, tetapi itu hoak, dan saya kira pesan itu dibuat sebagai bentuk ke khawatiran berlebihan dari seseorang. Saya juga telah berkoordinasi dengan Kapolsek lain terkait pesan berantai maupun yang beredar di media sosial,” ungkapnya.

Acep juga menghimbau agar warga janga mudah terpengaruh dengan isu yang belum jelas sumbernya. “Tetap tenang dan jangan terlalu berlebihan menanggapi isu tak berdasar,” pesannya.

Adapun isi pesan berantai atau disebar melalui medsos tersebut sebagai berikut

“Hati2 untuk wargaย  Sumatera Selatan khususnya bagian Perabumulih, Pendopo , Tanah Abang, Modong, dan desa-desa sekitar awasi anak, adik serta saudara kita, penculikan anak serta pemutilasian anak untuk ilmu hitam perguruan ada di sumatera selatan warga peguruan sudah tersebar untuk mencari (menculik ) untuk di jadikan salah satu kekuatan ilmu hitam, warga perguruan sudah tersebar di kecamatan2 di muara enim. tanjung enim , lubuk linggau, prabumulih sudah ada korban , brita ini bukan main2 , sekali lagi awasi anak , adik serta kluarga kitaย  #kepolisian palembang,muara enim,prabumulih, pali seluruh sumatera selatan khususnya.”

Bahkan, di akun social Blackberry Massenger (BBM) atas nama Arda dan Devi melakukan Broadcasting pesan berantai tersebut, Kamis (16/3). (ADN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *