Berdasarkan informasi yang dihimpun, Semburan air yang mencapai ketinggian 15 hingga 20 meter tersebut telah merendam 4 rumah warga diantaranya rumah milik Agus (38), Mbah Wiji (70), Supratman (70) dan rumah milik Rusli (40) kesemuanya berprofesi sebagai petani.
Camat Pedamaran, Hercules membenarkan hal tersebut. Menurutnya, selasa malam memang telah terjadi semburan air bercampur pasir di proyek pembangunan sumur bor.
“Semburan air campur pasir dan lumpur keluar deras dan tidak berhenti sampai saat ini. Sehingga, air campur pasir dan lumpur itu mengalir di sepanjang jalan sekitar dusun 6 Desa Rangkui Jaya,” tandasnya.
Saat ini, tepatnya sekitar pada pukul 09.35 WIB perkembangan situasi kejadian semburan air bercampur pasir dan lumpur sudah mengecil.
“Saat ini para pekerja dari Dinas PU OKI sedang melepasi pipa-pipa peralatan untuk pembuatan sumur bor dan tidak ada korban jiwa, namun ada 4 rumah yang terendam lumpur setinggi mata kaki,” ungkapnya.
Kapolsek Pedamaran, Bambang Sumantri dalam laporannya mengatakan, situasi dan kondisi di lokasi semburan air hingga saat ini sudah mengecil.
Akan tetapi Akibat kejadian tersebut setidaknya ada 4 rumah warga yang terendam setinggi Mata Kaki dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.(Romi)













