Berita Daerah

Politisi ini Berjanji Perjuangkan Program Pembangunan di Musirawas

157
×

Politisi ini Berjanji Perjuangkan Program Pembangunan di Musirawas

Sebarkan artikel ini
IMG-20171021-WA0009
pemkab muba pemkab muba
Politisi ini Berjanji Perjuangkan Program Pembangunan di Musirawas
Anggota DPR RI, Drs Kahar Muzakir dari Daerah Pemilihan Sumsel 1 saat melakukan kunker ke Musirawas

MUSIRAWAS I Anggota DPR RI, Drs Kahar Muzakir dari Daerah Pemilihan Sumsel 1 yang merupakan anggota Fraksi Golkar, siap memperjuangkan program-program pembangunan di Kabupaten Musirawas, sehingga dapat lepas dari status daerah tertinggal dan mewujudkan Musirawas Sempurna.

“Tujuan akhirnya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten Musirawas dengan cara memperjuangkan pembangunan daerah dengan menggunakan APBN,” ungkap Kahar Muzakir bersama anggota DPR RI Fraksi Demokrat, H Wahyu Sanjaya saat melaksanakan Kunjungan Kerja atau Reses dalam rangka menyerap aspirasi ke Kabupaten Musirawas yang dilaksanakan di Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Musirawas, Jum’at, (20/10) lalu.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh Bupati Musirawas, H Hendra Gunawan, Sekretaris Daerah (Sekda) Musirawas, H Isbandi Arsyad, Ketua dan Sekertaris DPD Golkar Kabupaten Musirawas, Kepala OPD dan jajaran ASN dan seluruh Camat di wilayah Kabupaten Musirawas ini, tampak diawali dengan makan malam bersama dan ramah tamah, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

“Salah satu tujuan Kunker/Reses yang dilakukan ini, untuk menyerap aspirasi atau mengetahui permasalahan dan kebutuhan daerah yang nantinya akan diajukan dan diperjuangkan di DPR RI untuk dibiayai oleh APBN, baik di bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan, pengairan dan pasar,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Fraksi Demokrat DPR RI , Wahyu Sanjaya mengaku, pemerintah daerah tidak bisa membangun daerah hanya dengan mengandalkan dana APBD, namun Pemda harus dapat mengakses dana-dana dari APBN, seperti DAK dan Anggaran Kementerian.

“Kami dari Dapil Sumsel I, akan terus mendorong Pemerintah Pusat untuk mengalokasikan anggaran untuk daerah-daerah di Sumsel, khususnya Musirawas untuk melepaskan diri dari status daerah tertinggal dan mewujudkan Musirawas Sempurna,” jelasnya.

Sedangkan, diakui Bupati Musirawas, H Hendra Gunawan, pihaknya menyambut baik dan memberilan apresiasi atas kunjungan kerja anggota DPR RI dari Fraksi Golkar dan Demokrat ke Kabupaten Musirawas.

“Kami berharap atas kunker ini, dapat menjadi angin segar dalam membantu Pemda membangun daerah, sehingga lepas dari daerah tertinggal. Predikat daerah tertinggal ini, mulai disandang ketika Kota Lubuklinggau 16 tahun lalu menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB),” jelasnya.

Sebelum Kota Lubuklinggau memisahkan diri, alokasi APBD Musirawas lebih dari 50 persen diinvestasikan untuk membangun ibukota Musirawas saat itu, yakni Kota Lubuklinggau dengan mengorbankan pembangunan wilayah lainnya di Kabupaten Musirawas.

“Sehingga pada saat itu terjadi kesenjangan pembangunan yang sangat besar. Setelah Lubuklinggau menjadi DOB, Musirawas tidak memiliki kota dan investasi yang selama ini dikucurkan terlepas dari data aset Musirawas,” jelasnya.

Ditambahkan Bupati, Meskipun dengan kondisi seperti itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musirawas tidak hanya berpaku dan berdiam diri. Sebab, selama 16 tahun kemudian Kabupaten Musirawas secara bertahap terus menata daerah dengan pembangunan yang merata.

“Termasuk, membuka daerah terisolir, meningkatkan infrastruktur jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan, perekonomian. Dan tentu, mulai dari awal membangun Ibukota di Muara Beliti,” kata dia.

Dengan pondasi pembangunan yang telah dibuat oleh Bupati saat itu, H Ridwan Mukti, kini disempurnakan dengan program Musirawas Sempurna, dimana Sempurna mengandung makna, yakni menciptakan Musirawas yang Sejahtera, Mandiri, Produktif, Unggul, Religius, Nyaman dan Aman.

“Untuk mewujudkan ini, Pemkab Musirawas bersama Rakyat Musirawas dengan semangat bekerja dengan iklas dan penuh dengan kesabaran, sehingga kami menargetkan 2018 mendatang daerah ini dapat melepaskan diri dari status daerah tertinggal,” tambahnya.

Bupati juga mengharapkan, para legislator senayan yang hadir, agar juga dapat memperjuangkan kebutuhan daerah, seperti memperbaiki atau meningkatkan kualitas jalan negara, saluran irigasi, fasilitas kesehatan dan pendidikan.

“Terkhusus untuk sarana perekonomian, kami telah menyususn proposal tentang peningkatan fasilitas pasar, yakni Pasar B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo dan Pasar Megang Sakti. Kedua pasar ini, diharapkan dapat ditingkatkan fasilitasnya dengan menggunakan anggaran APBN,” ungkapnya.(Mulyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *