OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus memperluas akses listrik bagi masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah terpencil dan pesisir. Upaya ini dilakukan melalui perluasan jaringan listrik, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal, serta bantuan pemasangan sambungan listrik bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menyampaikan hal tersebut dalam rapat paripurna DPRD OKI dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Kabupaten Ogan Komering Ilir di Kayuagung, Senin (12/10/2026).
Menurut Muchendi, pemerataan akses listrik menjadi bagian penting dari pembangunan daerah karena berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
“Bagi masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau, listrik berarti kemudahan dan kesempatan. Bukan hanya penerangan, tetapi juga membuka peluang usaha, mendukung pendidikan, dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Muchendi.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten OKI dalam mendorong pembangunan daerah. Ia menilai sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga penurunan angka kemiskinan, dengan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap terjaga.
“Alhamdulillah, kita melihat capaian positif. Pertumbuhan ekonomi OKI meningkat, angka kemiskinan menurun, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terjaga dengan baik,” ungkap Herman Deru.
Terkait pemerataan energi, Herman Deru menegaskan pentingnya memperluas jangkauan layanan listrik agar masyarakat di wilayah terpencil dan pesisir dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata.
Salah satu capaian yang dirasakan langsung masyarakat terlihat di Dusun Lembah Sunyi, Desa Sungai Jeruju. Setelah puluhan tahun menanti, sebanyak 245 kepala keluarga (KK) kini telah menikmati akses listrik. Manfaat serupa juga dirasakan masyarakat yang bermukim di kawasan lebak Desa Pedamaran 4 dan Desa Juk Dadak.
Ke depan, perluasan jaringan listrik akan diarahkan untuk melayani 1.775 KK di Desa Sungai Ketupak, Karangsia, Simpang Tiga Sakti, dan Sungai Somor.
Pembangunan jaringan di wilayah tersebut sebelumnya terkendala status kawasan hutan produksi dan hutan lindung. Namun, penerbitan izin pemanfaatan kawasan kini membuka peluang bagi kelanjutan pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah tersebut.
Selain memperluas jaringan listrik, Pemkab OKI juga mendorong pembangunan PLTS komunal untuk memenuhi kebutuhan energi 5.496 KK yang tersebar di 11 desa pesisir.
Program ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada generator set (genset) dengan biaya operasional berkisar Rp1 juta hingga Rp3,3 juta per bulan.
Dengan hadirnya sumber listrik komunal, beban pengeluaran rumah tangga diharapkan dapat ditekan. Dana yang sebelumnya digunakan untuk operasional genset pun berpeluang dialihkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan anak, hingga mengembangkan usaha.
Sementara itu, melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), sebanyak 2.000 rumah di 128 desa telah memperoleh akses listrik. Program ini menyasar keluarga berpenghasilan rendah yang membutuhkan sambungan listrik agar dapat menikmati layanan energi di rumah masing-masing.
Melalui berbagai program tersebut, pemerataan listrik di OKI diharapkan tidak hanya meningkatkan akses penerangan, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, mendukung pendidikan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan, khususnya bagi warga di wilayah terpencil dan pesisir. (*)
