OKI Maju Bersama

Kolaborasi Pusat dan Daerah, Konektivitas Jalan di OKI Terus Diperkuat

7

OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus mendorong peningkatan konektivitas jalan melalui kolaborasi pendanaan dengan pemerintah provinsi dan pusat. Langkah ini dilakukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung distribusi hasil usaha, serta memperluas akses menuju berbagai wilayah.

Sejumlah ruas jalan menjadi sasaran penanganan, diantaranya Sumber Hidup–Kayulabu, Kayulabu–Talang Jaya, Rimba Naning, serta Talang Jaya–Sungai Menang. Dukungan pendanaan dari berbagai program pemerintah menjadi salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan infrastruktur di tengah besarnya kebutuhan pembangunan jalan di OKI.

Melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), peningkatan jalan pada ruas Sumber Hidup–Kayulabu mencakup panjang 10,382 kilometer.

Sementara itu, Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan jalan Kayulabu–Talang Jaya sepanjang 5 kilometer dan ruas Rimba Naning sepanjang 0,9 kilometer. Adapun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), penanganan dilakukan pada ruas Talang Jaya–Sungai Menang sepanjang 2,36 kilometer.

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki terus mendorong sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat agar pembangunan infrastruktur dapat menjangkau lebih banyak wilayah. Kolaborasi tersebut juga diperlukan untuk menyesuaikan kebutuhan penanganan jalan dengan ketersediaan anggaran dan tahapan pembangunan.

Peningkatan kualitas jalan diharapkan tidak hanya memperlancar perjalanan masyarakat, tetapi juga mendukung distribusi barang, memperkuat akses terhadap pelayanan dasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai kawasan.

Disisi lain, kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan di Kabupaten OKI masih cukup besar. Dari total panjang jalan kabupaten sekitar 1.467,638 kilometer, jalan dalam kondisi mantap tercatat baru mencapai 32,90 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa penanganan jalan masih membutuhkan upaya berkelanjutan, mulai dari perencanaan yang terarah hingga dukungan pendanaan yang melibatkan berbagai tingkatan pemerintahan.

Selain meningkatkan kualitas ruas jalan yang telah tersedia, pengembangan akses menuju kawasan strategis juga menjadi perhatian. Salah satunya melalui rencana akses Exit Tol Mataram Jaya yang berpotensi memperkuat keterhubungan wilayah OKI dengan jaringan jalan tol.

Keberadaan akses tersebut diharapkan dapat membuka peluang pergerakan barang dan jasa yang lebih efisien, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi antarkawasan.

Untuk merealisasikan pengembangan konektivitas tersebut, diperlukan koordinasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Kepastian tahapan pembangunan serta penyelesaian kebutuhan lahan sesuai ketentuan juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaannya.

Melalui kolaborasi lintas pemerintahan dan pemanfaatan berbagai sumber pendanaan, peningkatan konektivitas jalan di OKI diharapkan dapat dilakukan secara bertahap, sehingga manfaat pembangunan infrastruktur semakin dirasakan masyarakat. (*)

Exit mobile version