oleh

6 Kecamatan di Ogan Ilir Berpotensi Rawan Puting Beliung

Ilustrasi
Ilustrasi

INDERALAYA I Sebanyak 6 dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Ogan Ilir (OI) masuk dalam kategori rawan bencana alam seperti banjir, maupun angin puting beliung. Untuk itu, masyarakat yang berada di daerah rawan bencana untuk lebih mewaspadai ketika datangnya kedua bencana tersebut demi keselamatan.

Ke 6 kecamatan yang rawan bencana itu antara lain Kecamatan Rantau Panjang, Muara Kuang, Rambang Kuang, Indralaya Utara, Pemulutan Selatan, dan Lubuk Keliat.

“Seyogianya masyarakat di 6 kecamatan itu harus lebih waspada ketiba musim hujan tiba. Daerah itu dikatakan rawan bencana putting beliung karena diwilayah itu sangat minim pepohonan dan memiliki hamparan sawah luas,”kata Sekda OI H Herman, Kamis (28/1/2016).

Untuk itu, pihaknya meminta BPBD OI untuk lebih intensif mengontrol daerah yang dianggap rawan bencana alam terutama angin puting beliung.

Bahkan bila perlu BPBD menempatkan petugasnya disetiap kecamatan sehingga ketika adanya insiden petugas dapat langsung berkoordinasi meminta bantuan sekaligus sebagai langkah mengambil kebijakan.

“Saat ini bencana alam angin putting beliung melanda warga Kecamatan Lubuk Keliat. Beberapa rumah warga roboh dan puluhan rumah rusak. Memang untuk mengantisipasi puting beliung, seharusnya di hamparan sawah luas itu ditanami pepohonan tinggi sehingga dapat dijadikan penahan ketika angin putting beliung datang,” terangnya.

Dia mengilustrasikan seperti di sebagian besar desa di Kecamatan Rambang Kuang dan Pemulutan. Didaerah tersebut memang memiliki topografi dengan hamparan persawahan yang sangat luas dibandingkan dengan kecamatan lain sehingga potensi bencana puting beliung dapat terjadi.

Begitu pula untuk Kecamatan Inderalaya Utara, khususnya daerah pinggiran KTM Rambutan rawan bencana banjir lantaran dataran yang dimiliki sangat rendah dibandingkan daerah lainnya.

“Bencana angin puting beliung ini biasanya terjadi pada awal tahun. Rata-rata terjadi di 6 kecamatan diatas. Semua rumah panggung hancur ditiup angin puting beliung,” tuturnya.

Terkait soal anggaran antisipasi penganggulangan bencana, masih kata dia, semua dana diserahkan ke dinas sosial guna memberikan bantuan kepada korban bencana alam.

“Untuk besaran anggaran bencana saya kurang tahu apakah ada kenaikan atau tidak. Namun jika anggaran bencana kabupaten kurang, biasanya dinas terkait akan emminta bantuan provinsi ataupun pusat,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten OI, A Syakroni menambahkan memang biasanya setiap tahun ke enam kecamatan tersebut menjadi langganan bencana angin puting beliung.

“Petugas tiap kecamatan sudah standby dan segera melaporkan jika ditemukan ada bencana alam melanda. Ya, jika ada kejadian bencana yang tidak bisa dicover kabupaten, pasti kami akan laporkan ke provinsi untuk ditindaklanjuti,”tuturnya. (ST)

Komentar

Berita Lainnya