Berita Daerah

2020, Musirawas Targetkan Bebas dari Endemis Kaki Gajah

195
×

2020, Musirawas Targetkan Bebas dari Endemis Kaki Gajah

Sebarkan artikel ini
IMG-20171002-WA0030
pemkab muba pemkab muba

2020, Musirawas Targetkan Bebas dari Endemis Kaki Gajah MUSIRAWAS I Kabupaten Musirawas menjadi salah satu daerah yang endemis Penyakit Kaki Gajah (Filariasis). Berdasarkan hasil survey Kementerian Kesehatan RI tahun 2010, angka filariasis di Musirawas bahkan mencapai 19,6 persen.

Diharapkan, angka ini turun hingga dibawah 1 persen, bahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musirawas menargetkan bebas dari penyakit ini pada tahun 2020 mendatang.

“Program ini dimulai tahun 2015 atau memasuki tahun ke III dan akan berakhir pada tahun 2019,” ungkap Bupati Musirawas, H Hendra Gunawan saat menghadiri Gerakan Musirawas Sempurna Sehat dan Pencanangan Makan Obat Pencegahan Penyakit Kaki Gajah secara Massal di Puskesmas Karya Sakti, Kecamatan Muara Kelingi, Senin (2/10).

Dijelaskannya, penyakit kaki gajah ini merupakan momok yang menakutkan dan merupakan ancaman serius untuk mewujudkan Program Musirawas Sempurna Sehat. Bupati mengharapkan, agar seluruh masyarakat dapat manfaatkan Program ini untuk mencegah terjangkitnya penyakit kaki gajah.

“Berdasarkan hasil survey Kemenkes RI tahun 2010 itu, penderita Kaki gajah yang terdeteksi sebanyak 29 kasus, terbagi atas 20 kasus di Lubuk Pauh, 5 kasus di Desa Pelawe kecamatan BTS Ulu dan 4 kasus di Desa Muara Megang, Kecamatan Megang Sakti. Dengan tingginya angka ini, pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Musirawas menjadi endemis Filariasis,” jelasnya.

Dilanjutkan Bupati, selain mengkonsumsi obat yang disediakan untuk mencegah penyebaran penyakit ini, diharapkan juga masyarakat dapat memulai cara pola hidup sehat dan mencegah berkembangnya nyamuk, terutama mengelolah sampah yang baik.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Musi Rawas, dr Hj Noviar Gunawan mengharapkan, agar seluruh masyarakat dapat mengkonsumsi obat pencegahan filariasis, karena sangat bermanfaat untuk kelanjutan hidup.

“Untuk memaksimalkan masyarakat mengkonsumsi obat ini, diharapkan seluruh organisasi kewanitaan mulai dari TP PKK Desa, Kecamatan, Dasawisma, Kelompok Masyarakat dan pengajian serta lainnya untuk ikut mensosialisasikan program ini, sehingga target Musirawas bebas dari penyakit kaki gajah dapat tercapai,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Musirawas, drg Hj Mifta Hulummi melalui Sekretaris Dinkes, Muhammad Nizar menjelaskan, target dari program ini atau jumlah masyarakat sasaran sebanyak 396.169 jiwa.

“Untuk jumlah pos pelayanan yang melayani pemberian obat kaki gajah sebanyak 425 pos obat. Dinkes menargetkan program ini dapat tercapai  100 persen dan batas waktu pelayanan selama bulan Oktober. Untuk jenis dan jumlah obat digunakan, yaitu Albendazole 435.740 tablet dan DEC 1.106.200 tablet,” ungkapnya.(Mulyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *