PALEMBANG I Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bersama Badan Restorasi Gambut (BRG) dan serta Pemerintah Norwegia, segera melakukan pemetaan menyeluruh lahan gambut seluas 170.000 hektare (ha) di wilayah Sumsel.
“Dengan menggunakan teknoligi canggih, terbaru, mudah dan murah, pemetaan dilakukan secara lengkap serta detail hingga kedalaman tertentu dari lahan gambut,” ungkap Kepala BRG Nazir Foead, saat diskusi survey pemetaan lahan gambut bersama Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan tim dari Kedutaan Besar Norwegia untuk Indonesia Stig Traavik, di Ruang Rapat VIP Room Bandara SMB II Palembang, Rabu (19/10).
Nazir Foead menjelaskan, pemetaan lahan gambut di seluruh Indonesia akan dilakukan di enam provinsi dan menjadi yang pertama, yakni Provinsi Sumsel dengan lahan gambut seluas 170.000 hektar.
Menurutnya, ini dilakukan karena BRG akan membuat suatu data digital dalam bentuk peta dan foto terkait restorasi lahan gambut, nantinya digunakan untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait pengelolaan lahan gambut. “Ini akan menjadi dasar dari perencanaan restorasi, pertengahan November bisa selesai, dan ini merupakan inisiasi pemetaan secara lengkap,” terangnya.
Sementara, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, atas nama Provinsi Sumsel dirinya merasa sangat terharu dengan begitu besarnya perhatian negara-negara kepada Indonesia khususnya pada Provinsi Sumsel.
Alex melanjutkan, semua pihak tidak bisa saling menyalahkan terkait terjadinya kebakaran hutan dan lahan tahun lalu di Sumsel. Namun, hal terpenting saat ini adalah bagaimana caranya agar tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni saat ini Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Sumsel sudah diakui pemerintah sebagai satgas terbaik di Indonesia.
Terkait pemetaan lahan gambut, Alex Noerdin menuturkan, dari enam provinsi yang akan dilakukan pemetaan, Sumsel menjadi yang pertama dilakukan dan bahkan tim ini datang langsung ke Provinsi Sumsel.Pemetaan ini merupakan teknologi terbaru dan murah selain digunakan untuk pemetaan sebagai bahan restorasi lahan gambut juga bisa digunakan untuk pemanfaatan lainnya.”Ini pemetaan sampai kedalaman tertentu, berdasarkan peta ini bisa dibuat untuk perencanaan restorasi, Jadi ini baru peta dulu,” tuturnya.
Setelah melakukan diskusi, dilanjutkan joy flight untuk melihat langsung kondisi lahan gambut di wilayah Sumsel dengan menggunakan Pesawat Pilatus berpenumpang empat orang termasuk pilot.
