Lahat – Sebanyak 105 mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (UNP), diterjunkan langsung ke area operasional PT Dizamatra Powerindo di Kabupaten Lahat, untuk melihat secara langsung bagaimana praktik pertambangan modern dijalankan.
Didampingi tujuh dosen pembimbing, ratusan mahasiswa itu, dibekali pengalaman langsung mengenai operasional pertambangan, penerapan good mining practice, hingga pengelolaan keselamatan kerja dan lingkungan.
Dosen Teknik Pertambangan UNP, Rizto Salia Zakri ST MT menegaskan, kunjungan industri seperti ini, jadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori penambangan, tapi juga harus melihat secara langsung bagaimana perusahaan menerapkan standar keselamatan, pengelolaan lingkungan, hingga tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
“Salah satu bukti penerapan good mining practice di PT Dizamatra Powerindo adalah, pelaksanaan reklamasi pada area pasca tambang. Ini jadi pembelajaran yang sangat baik bagi mahasiswa, mengenai bagaimana pertambangan yang bertanggung jawab seharusnya dijalankan,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Rizto Salia menuturkan, selama berada di lokasi, mahasiswa terlebih dahulu mengikuti safety induction, sebelum memasuki area pengamatan. Dari view point tambang, mahasisw menyaksikan secara langsung aktivitas alat berat, sistem penambangan, pengelolaan lalu lintas tambang, sistem penirisan, analisis geoteknik lereng, hingga tahapan kemajuan penambangan.
“Kesempatan ini juga dimanfaatkan mahasiswa untuk lakukan observasi, dokumentasi kegiatan, serta berdiskusi langsung dengan para karyawan dan praktisi PT Dizamatra Powerindo, mengenai berbagai tantangan operasional di lapangan,” tuturnya.
Diakhir kunjungan, Rizto Salia menyebut, mahasiswa telah memperoleh pemahaman langsung mengenai proses reklamasi, revegetasi lahan bekas tambang, pengelolaan tanaman endemik, serta berbagai upaya menjaga keberlanjutan lingkungan pascaoperasi tambang.
“Kita berharap, melalui studi lapangan ini, mahasiswa tidak hanya melihat bagaimana batubara diproduksi, tapi juga memahami bahwa industri pertambangan modern dituntut mampu menyeimbangkan produktivitas dengan keselamatan kerja, tanggung jawab sosial dan kelestarian lingkungan,” sampainya. Sfr













