OKI – Sorak sorai menggema sejak siang hari. Lapangan tanah di Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mendadak menjadi pusat keramaian. Dari kejauhan, bendera merah putih dan umbul-umbul yang berkibar menandai satu hal: semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia tengah berlangsung.
Sejak awal pekan, suasana kemerdekaan sudah terasa di desa pesisir timur OKI ini. Puncaknya hari ini, ketika warga berbondong-bondong datang bukan hanya untuk menyaksikan pertandingan bola voli dan futsal, tetapi juga untuk merasakan kebersamaan yang khas di bulan Agustus.
Menjelang siang, pinggir lapangan dipenuhi penonton. Ada yang membawa makanan ringan, ada pula yang berdiri sambil menenteng botol air mineral. Semangat kompetisi begitu terasa. “Kalau Agustusan begini rasanya beda. Anak-anak, orang tua, semua tumplek blek di lapangan. Ini momen yang bikin desa lebih hidup,” ujar Jumani, salah seorang warga.
Debu yang beterbangan tak jadi masalah. Peluit wasit, teriakan penonton, dan sorakan gembira menyatu dalam melodi khas Agustusan. Di lapangan, tim voli putri adu keterampilan, disambut tawa penonton setiap kali bola melenceng. Tak jauh dari situ, para pemuda mengadu strategi di futsal. Gol yang tercipta selalu disambut dengan sorakan membahana.
“Deg-degan main di depan orang sekampung. Tapi justru itu bikin tambah semangat. Menang kalah nomor dua, yang penting meramaikan,” kata Dedi (20), salah satu pemain futsal.
Bagi warga Bukit Batu, turnamen bukan sekadar soal menang atau kalah. “Semua datang bukan hanya untuk mendukung tim, tapi juga untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh semangat,” kata Kepala Desa Bukit Batu, Rumidah, Sabtu (16/8).
Ia menambahkan, meski pertandingan terbuka untuk umum, peserta mayoritas berasal dari dusun-dusun sekitar desa. Justru karena itulah suasana terasa lebih hangat—penonton mengenal para pemain, dukungan pun lebih personal dan penuh kekeluargaan.
Persiapan menuju puncak acara sudah tampak sejak beberapa hari lalu. Anak-anak sibuk menghias sepeda dengan pita dan bendera kecil, sementara para pemuda menata panggung sederhana untuk karnaval besok.
Menurut Rumidah, puncak perayaan HUT RI ke-80 akan digelar Minggu (17/8) dengan upacara pengibaran bendera, karnaval, lomba sepeda hias, serta aneka perlombaan anak-anak yang akan meramaikan jalan utama desa.
“Setiap tahun perayaan kemerdekaan istimewa. Bukan hanya sekadar hiburan, tapi ajang kebersamaan. Ada semangat sportivitas, kreativitas, dan rasa syukur yang berpadu dalam satu semangat: Indonesia Merdeka,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun Jihat Santoso. Baginya, lapangan desa bukan sekadar tempat bermain bola, tetapi ruang yang menyatukan semua orang.
“Kalau bukan Agustusan, kapan lagi bisa kumpul seramai ini? Di sini terasa sekali arti merdeka: kita bersatu, tertawa, dan bangga menjadi warga Indonesia,” tandasnya. (*)













