Permasalahan keamanan acapkali dipahami sebagai keadaan atau situasi di mana terhindar dari bahaya dari luar, yaitu berupa konflik/peperangan baik perang suku, ideologis, perebutan wilayah teritorial, dan lain-lain yang melibatkan pelbagai negara sekaligus. Dengan kata lain, keamanan merujuk pada terbebasnya manusia dari belenggu kekuatan fisik. Dalam perkembangannya, konteks keamanan dalam kehidupan masyarakat modern tidak hanya lagi persoalan ancaman fisik atau serangan dari luar (eksternal) akan tetapi keamanan juga harus menyentuh keamanan manusia dari dalam. Dengan artian keamanan dalam sebuah wilayah akan tercapai saat manusia tidak lagi khawatir dan takut untuk menjalani kehidupan sehari hari seperti kelaparan, kehilangan pekerjaan, kebodohan, terhindar dari kriminalitas, konflik sosial, represi politik, pencemaran lingkungan dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, negara memiliki andil besar untuk mensukseskan program tersebut dengan catatan manusia itu sendiri juga harus memiliki kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga tindakan manusia tersebut dapat berimbas juga pada masyarakat dan juga Negara. konsep keamanan manusia jika tidak diperhatikan dengan seksama dapat mengancam kehidupan manusia dan negara di masa mendatang. Oleh sebab itu, diperlukan penanganan serius dari pelbagai pihak dalam mendiskursuskan konsep keamanan manusia menjadi ide universal sehingga tidak hanya pada tataran ide/teori semata tetapi juga dapat mempengaruhi tindakan langsung berupa pengambilan kebijakan oleh pemerintah.
Dalam konteks indonesia, Tentara Nasional Republik Indonesia (TNI) merupakan salah satu institusi yang mempunyai kewenangan dalam masalah keamanan. Sebagai abdi dan alat negara dalam memberikan rasa keamanan bagi rakyat indonesia TNI tidak hanya berperan dalam melindungi negara dan masyarakat dari ancaman negara lain atau ancaman kekerasan dari pihak-pihak yang ingin menyerang dan mengacau kedaulatan negara, akan tetapi TNI juga ikut berperan membantu pemerintah dalam masalah-masalah keamanan dari dalam diri manusia, seperti membantu dalam bidang pendidikan dan kesehatan, hal ini bisa dilihat dan dibuktikan dengan fakta apa yang dilakukan oleh anggota TNI di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini, Timor Leste dan Malaysia, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan di wilayah perbatasan menggugah kepedulian anggota TNI untuk terlibat mengatasi masalah tersebut, dengan cara membangun fasilitas pendidikan dan kesehatan serta terlibat langsung dalam mengajar dan memberikan bantuan medis kepada masyarakat setempat.
Ini merupakan langkah positif dalam rangka mengubah paradigma keamanan dan cara pandang terhadap fungsi TNI dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sebagai langkah sistematis dan komprehensif maka TNI merancang,membuat dan melaksanakan program atau kebijakan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD). Program ini telah berjalan di berbagai wilayah di indonesia, termasuk di wilayah OKI, kodim 0402 sebagai penangung jawab melaksanakan berbagai macam program dan kegiatan dalam rangka membantu masyarakat di wilayah Kabupaten OKI, program ini merupakan upaya dalam mengubah pardigma institusi TNI tidak hanya berkutat dengan perang dan kekerasan saja, akan tetapi institusi TNI adalah institusi yang humanis dan mampu memberikan keamanan komprehensif kepada rakyat.
Langkah kongkrit yang dilakukan oleh kodim 0402 adalah pembukaan badan jalan di wilayah pesisir timur Kabupaten OKI, ini merupakan wujud upaya untuk memperbaiki akses jalan antar wilayah yang masih terpisah karena medan yang sulit, seperti jalan yang menghubungkan desa Sungai Ceper Laut dan Sungai Ceper Darat. Pembukaan jalan atau infrastruktur ini memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat dan sekitar, akses jalan ini membuat wilayah ini mudah dijangkau dan tidak terisolir lagi sehingga wilayah ini terlepas dari stigma negatif karena selama ini merupakan sarang senjata api illegal dan narkoba, banyaknya tindak kriminalitas yang berasal dari wilayah ini salah satu faktornya disebabkan oleh akses jalan yang susah dijangkau sehingga luput dari kontrol pemerintah.
Selain pembangunan fisik berupa infrastruktur TMMD di Kabupaten OKI juga akan menitikberatkan kepada pembangunan manusia, hal ini dimaksudkan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga program-program seperti acara keagamaan, pendidikan, kesehatan akan dilakukan oleh jajaran TNI yang ada di wilayah OKI. Keamanan masyarakat di daerah OKI bukan lagi masalah rasa aman terhadap serangan fisik dari luar akan tetapi rasa aman dimana masyarakat khususnya di daerah terpencil di wilayah pesisir timur tidak khawatir lagi kekurangan gizi, kelaparan, kekurangan bahan pangan, kekurangan akses kesehatan dan pendidikan. Rasa aman tersebut sudah dicapai maka angka kriminalitas dan kejahatan akan hilang dengan sendirinya.
Program TMMD ini juga merupakan bentuk kerjasama atau sinergi antara pemerintah daerah kabupaten OKI dan pihak TNI serta masyarakat setempat. sinergi yang positif ini akan membantu percepatan pembangunan di kabupaten OKI baik pembangunan manusia ataupun pembangunan fisik. Ini merupakan bentuk nyata kontribusi TNI terhadap rakyat, sehingga slogan TNI adalah ibu kandung rakyat tidak hanya sekedar ungkapan akan tetapi sebuah kenyataan. Jayalah TNI jayalah indonesia, sejahteralah rakyat OKI. (Romi Maradona)
