BANYUASIN | Dosen Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya Universitas Indo Global Mandiri, yang terdiri dari Amaliatulwalidain, MA, Nike Agraini, S.Pd. M.Pd, Jaya Nur Iman S.Pd. M.Pd dan Bobby Halim S.Sn, M.Sn sosialisasi dan praktek Ipteks Pembuatan Nugget Ikan Lele dan Kerupuk Tulang Lele pada komunitas ibu-ibu Rumah Tangga di RT. 03 Kecamatan Talang Keramat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Menurut Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya Universitas Indo Global Mandiri, Amaliatulwalidain, MA, mengatakan, kegiatan ini bertujuan secara khusus sebagai social support dan home economic support yang berpedoman pada pembentukan modal sosial dengan melakukan peningkatan daya kreatifitas inovatif kaum perempuan melalui transfer pengetahuan pengelolaan Ikan Lele menjadi produk olahan makanan dengan menggunakan metode Waste Zero Products.
Menurutnya, pengolaan limbah ikan Lele tersebut meliputi, kepala, tulang dan sisa kulit Lele untuk dijadikan produk olahan lainnya, selanjutnya dari modal sosial yang telah ada diharapkan dapat menciptakan kondisi yang berpeluang bagi peningkatan ekonomi keluarga masyarakat di kawasan pinggiran.
Kemudian katanya, pihaknya ingin menginisiasi peran kaum perempuan dalam pembangunan gizi anak bangsa menuju Indonesia sehat, melalui keterampilan mengolah Ikan menjadi hidangan yang lezat, sebagai muara dalam menyukseskan “Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan” (Gemarikan) yang digalakkan oleh Pemerintahan sesuai dengan Inpres No.7. tahun 2014 Tentang Pelaksanaan Keluarga Sejahtera yang berkoneksi pada Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat untuk membangun Keluarga yang Produktif.
“Kita ingin kaum perempuan yang terdiri dari ibu-ibu Rumah tangga agar memahami cara pembuatan Nugget Lele, maka Tim Pelaksana Pengabdian secara langsung memberikan praktek tutorial memasak Nugget Lele dan Kerupuk Tulang Lele menggunakan metode Waste Zero Product,”ujarnya.
Pada tahapan pertama lanjutnya, terlebih dahulu dipraktekan cara pembuatan Nugget Lele melalui percampuran daging ikan Lele tanpa tulang dengan bumbu-bumbu rempah asli Indonesia.
Nike Angraini, S.Pd, MPd selaku narasumber dalam kegiatan tersebuy mengatakan, bumbu-bumbu dan rempah asli memiliki fungsi penting guna meningkatkan level rasa Nugget Lele menjadi lebih enak dan gurih, tanpa menghilangkan keotentikan rasa asli daging lele yang kaya akan serat, juga sebagai penghilang rasa amis pada Ikan Lele.
“Pembuatan Nugget Lele hampir sama dengan pembuatan Nugget pada umumnya, yang membedakannya hanya segi rasa dan campuran bumbu saja” ujarnya.
Sedangkan Limbah Ikan Lele berupa tulang, kulit ikan dan kepala ikan yang tidak dipergunakan dalam pembuatan Nugget Lele, kemudian diolah menjadi kerupuk tulang ikan, dengan merebus kesemuanya menjadi satu kesatuan hingga lembut dan lunak, selanjutnya dihancurkan menggunakan mesin blender hingga menjadi “bubur Lele”.
Bubur Lele kemudian dicampur dengan tepung tapioka, bumbu serta rempah menjadi adonan kalis yang siap dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
Adonan yang telah dibentuk kemudian dikukus hingga matang, tiriskan dan dinginkan.
“Setelah dingin, kemudian diiris tipis menggunakan mesin pengiris kerupuk, jemur kerupuk hingga kering dan kemudian digoreng menjadi Kerupuk Tulang Lele.”
“Selanjutnya Kerupuk Tulang Lele bisa dimodifikasi dengan berbagai varian rasa, salah satunya yaitu rasa Keju Balado, dengan menambahkan bubuk rasa keju Balado pada kerupuk Lele yang telah siap digoreng dan disajikan,”jelasnya. (Mirna)
