EMPAT LAWANG I Meskipun sudah berkendaraan secara berkompoy tidak mengelak nasib apes yang dialami, tiga orang bidan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang.
Saat hendak berangkat kerja menuju RSUD, petugas RSUD Empat Lawang tersebut, Bela (28), Melatri (24) dan Erma (24), menjadi korban begal, di Jalan Poros Tebing Tinggi – Pendopo (Jalan Noerdin Panji), Sabtu (25/3) sekitar pukul 07:30 WIB.
Informasi dihimpun wartawan, ketiganya mengalami pembegalan saat melintas di kawasan antara (nyawangan, Red) Kantor Kemenag Kabupaten Empat Lawang dengan Kantor KPU Empat Lawang, tepatnya di sekitaran perkebunan sawit (Sawit Son), Jalan Noerdin Panji Tebing Tinggi.
Akibat kejadian tersebut, dua unit sepeda motor antaralain, merk Honda Revo, warna hitam-hijau dan sepeda motor merk Honda Beat, warna merah yang digunakan ketiga korban raib dibawa kawan begal yang diperkirakan berjumlah empat orang itu.
Tidak hanya kendaraan yang digunakan korban, tas warna hitam yang berisikan uang sebesar Rp3 juta, satu unit Handphone (Hp) Nokia warna hitam, KTP, Kartu ATM dan rok dinas warna putih, juga direbut oleh kawanan begal yang menggunakan senjata tajam jenis pedang dan diduga senjata api rakitan (senpira).
Kabid Pelayanan RSUD Empat Lawang, Seragi Saur membenarkan adanya kejadian yang menimpa anak buahnya tersebut. Menurut Seragi, kejadiannya saat ketiga korban yang menggunakan dua unit sepeda motor, hendak ke RSUD Empat Lawang, untuk menjalankan tugas di bangunan yang baru sekitar tiga hari dioperasikan sebagai RSUD Empat Lawang tersebut.
“Iya, ketiganya kena begal di perjalanan menuju RSUD Empat Lawang, untuk menjalankan tugas. Beruntung ketiganya tidak mengalami luka, hanya saja kondisinya sangat shock karena mengalami pembegalan,” ungkap Saur.
Diceritakannya, sesaat setelah kejadian, polisi sudah turun ke lokasi kejadian, hanya saja hingga saat ini pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang tersebut belum berhasil ditangkap.
“Kalau melapor (ke polisi), tadi sudah. Cuma belum melaporkan secara resmi saja, karena kondisi korban masih sangat trauma, sangat tidak mungkin jika harus menjawab semua pertanyaan polisi ketika di BAP,” tukasnya.
Sementara itu, Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro mengatakan, jika pihaknya telah mengetahui adanya begal di Jalan Poros Tebing Tinggi – Pendopo (Jalan Noerdin Panji), Sabtu (25/3) sekitar jam 7.30 WIB.
“Benar memang ada kejadian tersebut, setelah mengetahui adanya begal yang dialami petugas RSUD Empat Lawang, anggota langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP),” kata Bayu melalui What’s App.
Pihaknya, kata Bayu, telah melakukan patroli di sekitar TKP, dan akan mencari kendaraan yang dibawa kabur begal. “Kedepan akan kita lakukan patroli secara rutin di Jalan Poros Tebing Tinggi – Pendopo,” pungkasnya.(Ridi)
