“Perlu diketahui bahwasanya sekarang ini gempuran impor daging kerbau mulai merambah pasar Indonesia, termasuk Sumsel. Kalau kesempatan ini diambil baik peternak, maka tidak menutup kemungkinan bisnis ini akan makin meningkatkan pendapatan,” tutur Wabup OKI H M Rifa’i, saat mengahadiri acara kontes kerbau pampangan di Desa Pampangan, Kecamatan Pampangan OKI, Rabu (28/9/2016).
Wabup melanjutkan ada 8 item yang dapat dimanfaatkan yang terkandung dalam kerbau yakni susu, kotoran, daging, tanduk, tulang dan lainnya.
Semua yang ada di kerbau, dapat digunakan dan bernilai jual tinggi bagi kebutuhan.
“Saya optimis peluang ini akan dimanfaatkan peternak. Apalagi Kabupaten OKI umumnya dan Desa Pampangan, Kecamatan Pampangan khususnya sudah dikenal sejak dulu pintar dalam mengembangbiakan kerbau,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Aris Panani menegaskan bahwa kontes kerbau yang diklaim pertama kali terjadi di Sumatera ini bertujuan memberikan apresiasi kepada masyarakat terutama peternak kerbau dalam upaya pelestarian ternak kerbau, sekaligus langkah selektifitas kerbau.
“Kerbau disini dikenal sebagai kerbau Pampangan dan kerbau ini merupakan satu dari tujuh rumpun kerbau lokal di Indonesia. Pengembangbiakan kerbau ini perlu diupayakan agar tidak punah,” kata Aris.
Dia mengklaim potensi pengembangbiakan kerbau saat ini berada di Kecamatan Jejawi, Pampangan dan Pangkalan Lampam.
Selain dilangsungkan kontes kerbau, pihaknya juga menyerahkan piala bupati kepada peternak dalam rangka bulan bakti peternakan.
Bahkan dalam kesempatan itu, pihaknya juga memberikan bantuan ATK, printer, obat terhadap kelompok tani Gogoh Rancah II Desa Pulau Layang, kelompok tani Harapan Sejahtera Desa Bangsal, kelompok tani Gembala Desa Bangsal dan lainnya.(Romi Maradona)
