Berita Daerah

Siswi SMP Tewas Mengenaskan, Pelaku Menyebut Aksinya Meniru film porno jepang

1581
×

Siswi SMP Tewas Mengenaskan, Pelaku Menyebut Aksinya Meniru film porno jepang

Sebarkan artikel ini
IMG-20200406-WA0013
pemkab muba pemkab muba

Baturaja | RN (13) warga Dusun II Desa Tubohan Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) jum’at (3/4) lalu ditemukan warga tewas dengan kondisi mengenaskan di areal hutan dekat lapangan olahraga Desa tebing kampung Kec.Semidang aji tak jauh dari sekolah korban.

Korban yang merupakan siswi salah satu SMP di Kecamatan Semidang Aji ditemukan tewas setelah sebelumnya pamit untuk latihan pramuka di sekolah.

Kapolres OKU, AKBP Arif Hidayat, S.I.K MH melalui Wakapolres OKU, Kompol Edy Rahmat Mulyana, S.I.K, MH saat menggelar pers Release pada Senin (06/04) pagi di mapolres OKU menyebut pelaku telah merencanakan aksinya tiga hari sebelumnya.

“Tersangka mengajak janjian dengan korban melalui chat media sosial, sesampainya di lokasi kejadian, tersangka langsung memukul pelaku menggunakan kayu yang telah dipersiapkan tiga hari sebelumnya”, sebut Edy.

Motif pembunuhan ini diduga pelaku menyukai korban. Kejadian ini lanjut Wakapolres Berawal dari terduga pelaku yang mengirim pesan kepada korban melalui aplikasi messenger Facebook pada kamis (2/4), tersangka memberitahukan kepada korban untuk latihan pramuka di sekolah.

“lalu esok harinya korban datang ke sekolah dengan diantar oleh Kedua Orang tuanya sampai di gerbang sekolah dan orang tua korban menunggu di kantin depan sekolah, setelah itu korban langsung masuk ke sekolah dan menuju ke aula yang berada di belakang sekolah,” tuturnya. 

Lalu tidak lama kemudian tersangka pun datang ke aula dan keduanya bertemu lalu korban langsung diajak  menuju ke lapangan olahraga, setelah tiba di lapangan olahraga tersangka menyuruh korban untuk berbalik membelakanginya dan saat itulah tersangka mengambil kayu yang ada disekitar TKP dan memukul kepala bagian belakang korban sehingga korban jatuh tersungkur dan pingsan. 

Kemudian lanjut Wakapolres, Tersangka melakukan aksinya tubuh korban diangkat menuju hutan dekat lapangan olahraga, Korban diikat menggunakan tali rafia yang mana talirafia dan mulut korban dibekap oleh pelaku.  setelah itu tersangka hendak menyetubuhi korban yang pada saat bersamaan korban bergerak dan berusaha berontak, tersangka kemudian kembali memukul wajah korban. Dalam keadaan lemas kemudian korban disetubuhi oleh tersangka. 

Setelah selesai tersangka lalu mengikat/mencekik leher korban hingga korban tidak bergerak lagi, karena ingin memastikan korban benar-benar tewas atau tidak, tersangka mangambil kayu kecil dan menusukan ke tubuh korban bagian rusuk dan di bawah payudara dengan kuat, lalu timbul hasrat tersangka untuk kembali menyetubuhi korban. Usai meyetubuhi korban tersangka  merapikan baju korban dan menutupi dengan daun-daun yang berada di sekitar TKP. 

Adapun barang bukti yang diamankan lanjut Kasat satu batang kayu bulat, panjang ± 80 Cm -satu Buah topi pramuka, dua Helai dasi pramuka warna merah putih, satu Helai dasi pramuka warna coklat, satu buah tas Warna merah, sepasang sepatu warna hitam putih, satu gulung tali rafia warna merah, Satu pasang sandal, satu helai baju olahraga warna hijau, serta pakain korban.

“Kasus ini masih kita dalami, Tersangka terancam pasal 340 Subsider 338 KUHP,” tukas Wakapolres OKU. 

Sementara itu pelaku mengaku, aksinya dilakukan atas dasar hasratnya yang tinggi dikarenakan sering mengkonsumsi video porno jepang. Menurutnya kejadian yang dilakukannya ini meniru adegan film dewasa yang sering ditonton.

“Saya sering nonton film porno jepang pak, saya meniru adegan yang ada di film,”sebutnya.

Terpisah, Kepala Desa Tebing Kampung, Turiman saat dibincangi dirumahnya mengatakan orang tua korban sempat kerumahnya dan memberitahukan anaknya hilang saat latihan pramuka di sekolah.

“Kemudian saya meminta masyarakat untuk ikut mencari, dan menemukan jasad korban di hutan dekat lapangan sekolah,” tuturnya. 

Diceritakan Turiman, terduga pelaku merupakan seorang pria berumur 19 tahun dan telah memiliki istri. Sehari-hari pelaku tinggal di rumah orang tuanya di desa tebing kampung tak jauh dari sekolahan korban, “Terduga pelaku ini sudah punya istri dan anak, namun anaknya sudah meninggal,” singkatnya.

Pelaku sendiri diduga adalah seorang pelatih pramuka di sekolah tempat korban menimba ilmu. Namun kepala sekolah menyangkal bahwasanya pelaku adalah pelatih pramuka di sekolah tersebut.

Menurut kepala sekolah korban, pelaku memang pernah bersekolah di smp tersebut dan sering ikut dalam kegiatan pramuka yang dilaksanakan sekolah, namun menurutnya pelaku bukan pelatih pramuka.

“Dia (pelaku) bukan pelatih pramuka disini, dia memang alumni disini, tapi bukan pelatih, kami tidak pernah mengeluarkan SK yang berkenaan dengan status pelaju sebagai pelatih,”sebut kepala sekolah korban.

Namun gelar di Mapolres OKU, pelaku mengaku menerima honor sebesar 350 ribu rupiah dari sekolah sebagai uang jasa untuk melatih siswa di kegiatan pramuka. (Redo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *