Palembang

Ratusan Honorer dan PNS di Palembang Mendadak Tes Urin

432
tes-urine
Ratusan PNS dan Honorer di Pemkot Palembang saat menjalani tes urine.

PALEMBANG I Untuk mencegah peredaran narkoba dilingkungan Pegawai Negetri Sipil (PNS) dan Honorer, Pemerintah Kota Palembang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNK) Kota  Palembang secara mendadak melakukan tes urine kepada ratusan PNS dan honorer yang bertugas di kantor Setda Kota Palembang.

Sekitar 212 honor dan 33 Kasubag diintruksikan masuk dalam ruangan Parameswara karena ada rapat mendadak yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda (Finda)  dan  Sekretaris Daerah Harobin Mustofa, Senin (10/10).

Setelah beberapa menit dalam ruangan tampak dari luar petugas BNK datang, dengan mempersiapkan meja, satu persatu disuruh keluar untuk diambil urin dari air kencing, dengan satu pintu yang terbuka tidak ada satupun pns dan honor yang lulus dari tes narkoba tersebut.

“Jika positif menggunakan narkoba maka baik PNS maupun honor akan dipecat, kita tunggu saja hasil tes urin dari BNK,”kata Finda.

Menurut Finda, jika nantinya akan ada yang positif menggunakan narkoba maka akan dites ulang, sehingga urin yang diambil benar atau salah, tentu dengan urin yang kedua tersebut membuktikan bahwa orang tersebut sebagai penguna.

“Kita tunggu saja hasil dari urin, apakah ada yang menggunakan narkoba atau tidak,”ujarnya.

Dikatakan Finda, tes urin yang digelar untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan Pemkot Palembang, karena penyalahgunaan narkoba sudah sangat memprihatinkan, karena narkoba  sangat membahaykan bagi kita semua.

“Narkoba sangat membahayakan, tentu kalau ada PNS maupun honor ada yang menggunakan narkoba sangat disesali, yang pasti pasti narkoba tidak baik bagi siapapun,”ungkap dia.

Kepala BKD Palembang, Ratu Dewa ada sekitar 33 Kasubag dan  212 honorer yang ada di kantor Setda Palembang, tes urin yang dilakukan tidak lain adanya laporan masyarakat terhadap dugaan pengunaan narkoba oleh PNS maupun honorer.

“Jika nantinya ada honor positif menggunakan narkoba maka terancam putus kontrak secara permanen, sedangkan untuk PNS jika terbukti sesuai dengan aturan mulai direhablitasi mapun diberhentikan sebagai PNS, tentu sesuai dengan aturan yang berlaku,”kata Dewa.

Menurut Dewa, dengan adanya tes urin yang dilakukan dapat mengantisipasi peredaran narkoba, ia memastikan tes urin yang dilakukan secara rutin akan dilakukan di Pemkot Palembang.

“Nantinya tidak hanya di Kantor Setda sendiri yang dilakukan tes urin, namun kami juga akan  melakukan tes urin diseluruh SKPD, tentu tes urin ini akan dilakukan secara mendadak, seperti yang dilakukan hari ini,”tukasnya (Son)

Exit mobile version