Berita Daerah

Puluhan Warga Minta Perusahaan Akomodir Tenaga Kerja Lokal

148
×

Puluhan Warga Minta Perusahaan Akomodir Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini
IMG-20190121-WA0030
pemkab muba pemkab muba

Lahat I Meminta agar pihak  PT Bina Sarana Sukses (BSS), di Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Lahat, terbuka dan berkeadilan dalam rekrut tenaga kerja,  puluhan warga dari empat desa yakni dari desa Muara Maung, Merapi, Telatang, dan Keban Agung, Senin (21/1) mendatangi workshop PT BSS.

Puluhan massa sendiri,  datang ke lokasi menggunakan kendaraan roda empat dan mengenakan media spanduk, orasi saat menyampaikan tuntutannya. “Kami ingin ada keadilan dan keterbukaan dalam rekruitmen tenaga kerja. Kami juga meminta agar masalah ijazah tak harus minimal SMA,” ungkap Dadang, salah satu perwakilan dari desa Muara Maung, saat menyampaikan orasi.

Dikatakan Dadang,  terhadap tenaga kerja lokal yang belum memiliki skill agar perusahaan bisa memberikan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat. Termasuk sistem training agar masyarakat desa memiliki skill. “10 tahun kedepan kami ini harus apa kalau tidak ada perhatian dari perusahaan,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Feriyadi perwakilan dari Desa Merapi. Menurutnya,  perusahaan berada di wilayah desa sudah sepatutnya jika perusahaan memberikan perhatian dan kesempatan kepada warga lokal.  Dan sudah sewajarnya juga jiga warga ikut menikmati hasil bumi yang selama ini menjadi tempat tinggal warga. “Jangan sampai hasil dari batubara tidak dinikmati oleh masyarakat desa,”ucapnya.

Sementara itu sempat dilakukan mediasi atau pertemuan antara kedua bela pihak.  Namun, seperti disampaikan Marlin, perwakilan warga belum ada titik temu. Pihaknya berharap dalam waktu satu minggu sudah ada keputusan.

Divisi Legal PT BSS Horasio,  mengatakan jika untuk informasi penerimaan tenaga kerja telah dilakukan satu pintu melalui Kepala Desa. Sedangkan untuk sistem training dan penerimaan tenaga kerja minimal SD atau SMP akan disampaikan terlebih dahulu ke pusat. “Kami sub kontraktor dari PT MAS. Jadi akan akan kami koordinasikan dahulu,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Merapi AKP Herli Setiawan menambahkan bahwa pihaknya bersama unsur tripika berharap agar penyelesaian masalah bisa melalui musyawarah mufakat. “Jangan sampai bertindak anarkis dan mengganggu kamtibmas,”pintanya.(SFR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *