Palembang

Proposal DOB Persiapan Provinsi Sumsel Barat Diajukan Tahun Depan

200

PALEMBANG I Terkait peryataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pada saat Rapat Konsolidasi bersama Komite I DPD  di Ruang Rapat Paripurna DPD, Komplek parlemen Senayan (4/10/2016) yang menyatakan penundaan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) pada tahun 2016 karena kondisi keuangan negara.

Sekretaris Presidium Sumsel Barat, Prasetyo Nugraha menyampaikan bahwa Presidium Sumsel Barat untuk tahun 2016 belum menargetkan DOB, karena pada tahun ini presidium, ibarat dalam sirkuit, arena balap. “Kita baru test lap, kita masih menguji ketangguhan mesin dan mengukur jalanan serta tingkat ketajaman tingkungan, tujuan tes lap supaya ketika memasuki arena sesungguhnya kita dapat mengatur tempo berapa KM per detik termasuk membuat ritme dalam pertandingan. intinya segala macam ancaman, halangan, dan kekurangan dapat diminimalisir sedini mungkin,”jelasnya.

Menurutnya, bedasarkan informasi dari kawan-kawan Presidium lainnya seperti Presidium Lembak, yang juga menghadiri acara Rapat Bersama tersebut, dengan kapasitas sebagai undangan mereka mengikuti rapat secara seksama bahwa kesimpulan yang dapat diserap adalah “penundaan pemekaran daerah pada tahun 2016 karena kondisi keuangan negara”. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Tjahjo Kumolo di atas.

Selanjutnya, dalam kondisi seperti disampaikan Mendagri sudah sama-sama dimaklumi, jelas tersebut sudah sangat dan pastinya kita sebagai segenap bangsa Indonesia merasa prihatin melihat kondisi keuangan negara pada saat ini, maka dari itu masyarakat Sumsel Barat berdoa agar kondisi keuangan negara cepat stabil agar pada tahun mendatang keran pemekaran sudah dapat dibuka kembali.

Terkait dengan tidak diundangnya Presidium Sumsel Barat pada acara Rapat di atas Prasetio menegaskan, memang DOB Persiapan Provinsi Sumsel Barat belum didaftarkan, hal ini juga menyangkut berkas-berkas persyaratan yang belum lengkap. “Jadi kita memang belum usulkan,” Kata Prasetyo.

Di samping itu, presidium sumsel barat memang menargetkan persiapan pembentukan Provinsi Sumsel Barat di tahun 2017 sudah selesai, seperti Sidang Paripurna di tiap-tiap Kabupaten dan Kota yang tergabung dalam persiapan Provinsi Sumsel Barat. Sehingga di tahun depan proposal DOB Persiapan Provinsi Sumsel Barat, Legal Drafting sudah bisa dimasukkan.

Katanya, Secara kalkulasi waktu, dari target usul 2017 dengan persiapan provinsi tiga tahun, maka pada tahun 2020 atau selambat-lambatnya tahun 2021 Sumsel Barat telah dapat menjadi Provinsi baru di Indonesia. “Maka dari itu kami mohon doa dan dukungannya semua baik pemerintahan eksekutif, legislative, dan masyaratkat Sumsel Barat agar apa yang dicita-citakan ini dapat terwujud,”ungkapnya.*

Exit mobile version