LUBUKLINGGAU I Program kampung warna-warni, khusus untuk pemukiman di Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), yakni di Kelurahan Lubuklinggau Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Barat II dan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggu Utara II mulai direalisasikan.
Untuk tahap pertama, Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Yetti Oktarina Prana akan menyulap terlebih dahulu perkampungan di dua Kelurahan, yakni di RT 5 dan RT 6 Kelurahan Lubuklinggau Ulu, serta RT 3 dan RT 4 di Kelurahan Uluk Surung, Kota Lubuklinggau.
“Target kita proses pengecatan kampung warna warni sudah selesai di bulan Maret nanti. Sekarang untuk tahap awal, di Linggau Ulu dua RT yakni 5 dan 6, dan Ulak Surung dua RT juga yaitu 3 dan 4,” ungkapnya, Senin (23/1).
Diterangkannya, Tim telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Tujuannya, agar masyarakat di Lubuklinggau Ulu dan Ulak surung tidak kaget ketika program ini akan dilaksanakan, serta memahami manfaatnya. Apalagi, program ini perlu kerjasama masyarakat.
“Kita akan terus melakukan beberapa kali lagi sosialisasi kepada masyarakat, terkait dengan pelaksanaan program kampung warna warni ini,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas PU dan Tata Kota, Nobel Nawawi menjelaskan, program kampung warna warni merupakan konsep untuk penanganan pemukiman kumuh di Kota Lubuklinggau. Ini meniru program yang ada di Kota Malang.
“Jadi inti dari program ini, bukan hanya membuat rumah menjadi warna warni, namun mengajak masyarakat untuk memperbaiki lingkungannya. Program ini, termasuk melaksanakan pengecetan rumah, perbaikan sistem sanitasi dan kebersihan lingkungan,” ungkapnya.
Pihaknya pun, telah melakukan pendataan, dan untuk sementara terdapat 170 rumah yang akan dicat. Rinciannya, 90 rumah di Kelurahan Lubuklinggau Ulu dan 80 rumah di Kelurahan Ulak Surung.
“Tapi itu akan dimatangkan lagi. Di bulan Februari akan rapat detail termasuk terkait perincian biaya. Biaya ini, tidak hanya pemerintah, namun ada swadaya masyarakat juga, tetapi dana mungkin ada juga dari CSR. Perlu diketahui, swadaya masyarakat tidak mesti materi, tapi bisa yang lain, seperti tukang dan ikut gotong royong,” ungkapnya.(Mulyadi)
