Musi Banyuasin

Plt Bupati Empat Lawang Minta BNN Serius Tangani Narkoba

197
×

Plt Bupati Empat Lawang Minta BNN Serius Tangani Narkoba

Sebarkan artikel ini
syahri-hanafia
pemkab muba pemkab muba
Plt Bupati Empat Lawang Minta BNN Serius Tangani Narkoba
Plt Bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah SIP MM

TEBINGTINGGI I Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah minta kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Empat Lawang untuk lebih serius dalam penindakan penyalahgunaan narkoba di Empat Lawang. Sebab, orang nomor satu di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini yakin dari sekian persen siswa di Empat Lawang ini terlibat narkoba.

“Saya yakin siswa kita sekian persen terlibat narkoba. Saya titip dengan BNN, tolong serius tindak penyalahgunaan narkoba,” ujarnya Selasa (4/10/2016).

Parahnya lagi, mantan Kadisdik Empat Lawang ini khawatir guru dan pengurus sekolahnya ikut terlibat dalam penggunaan barang haram itu. “Tindak juga yang guru dan pengurus sekolahnya. Saya khawatir guru dan pengurus sekolah ikut terlibat,” kata dia.

Kepala BNN Empat Lawang, AKBP Amancik Marzuki mengatakan, pihaknya terus mengupayakan untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba di Empat Lawang terutama dikalangan pelajar. “Tes urine di sekolah-sekolah sudah dilakukan, memang didapatkan beberapa siswa positif pengguna narkoba. Karena kita sifatnya pembinaan, kita kembalikan ke pihak sekolahnya untuk tindak lanjutnya,” kata Amancik.

Beberapa sekolah yang rentan terhadap peredaran narkoba yakni sekolah yang memang jauh dari pengawasan pihaknya. Seperti wilayah Pendopo. Dan narkoba yang dipakai kebanyakan jenis ganja. Karena, ganja murah dan juga ada ladangnya.

“Jenis ganja yang banyak, murah meriah. Kalau sabu hampir tidak ada,” kata dia.

Di 2017 nanti, BNN akan kembali mengoptimalkan pencegahan peredaran gelap narkoba itu. Apalagi di sekolah-sekolah yang akan menjadi prioritasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Empat Lawang, Darli meminta pihak sekolah lebih mengintensipkan pengawasan terhadap siswa. “Seperti razia kepada murid-murid itu lebih banyak. Kalau bisa dijadwalkan secara bertahap, dengan tempo waktu yang agak sering,” kata dia.

Selain guru, Darli juga meminta orang tua juga untuk juga bertanggung jawab terhadap anaknya. Karena waktu lebih banyak bersama orang tua. “Kalau orang tua saja tak peduli, ya susahlah. Karena orang tua kunci utamanya. Baru setelah itu guru dan disusul lingkungannya,” tegas politisi Partai PKPI ini.

Lebih lanjut, Darli meminta, pihak penegak hukum lebih meningkatkan untuk penindakan hiburan malam. “Saya setuju kalau hiburan malam itu benar-benar ditutup. Karena semua hal banyak bermula dari hiburan malam itu,” pungkasnya. (ridi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *