EMPAT LAWANG I Pengendara yang melintas pada saat jam pulang sekolah di sekitar simpang empat Kantor Camat Tebing Tinggi, harus wasapada dan memperlambat laju kendaraannya. Sebab, banyak anak sekolah tanpa melihat kanan kiri, langsung berebutan dengan kendaraan yang mengantarnya pulang.
Selain kondisi jalan yang sempit, banyak juga terlihat para pengendara angkutan umum yang menaikan penumpangnya tanpa memperhatikan keselamatan calon penumpangnya maupun pengguna jalan lainnya. Sementara di lokasi persimpangan tersebut, sangat minim rambu-rambu atau zebra cross.
“Harusnya di lokasi ini dibuat zona aman anak sekolah atau zona selamat sekolah dengan memasang rambu-rabu yang besar dan jalan dicat merah. Menginggat di lokasi itu banyak anak-anak pulang atau pergi ke sekolah dengan berjalan kaki,” kata Idham (42), salah seorang warga Tebing Tinggi, saat dibincangi wartawan, Jum’at (10/2).
Lebih jauh dijelaskannya, Zona aman sekolah adalah suatu kawasan, di sekitar sekolah yang perlu dikendalikan lalu lintas kendaraan, menyangkut kecepatan, parkir, menyalib termasuk pengedalian pejalan kaki yang menyeberangi jalan. Zona aman sekolah ini, dikatakannya bisa dibuat di beberapa tempat, tidak hanya di lokasi ini.
“Tidak seperti ini, para pengendara ojek gandeng semaunya menaikan calon penumpangnya sembarangan. Itukan mengancam keselamatan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang petugas pengatur lalulintas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Empat Lawang, Ricky mengatakan jika dia selalu siaga mengatur arus lalulintas di lokasi tersebut.
“Terutama jam pulang sekolah seperti sekarang ini, saya setiap hari bertugas di sini mengatur arus lalulintas, untuk menjaga kenyamanan anak sekolah maupun pengendara, agar sama-sama merasakan kenyamanan,” imbuhnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Empat Lawang, Truna Jaya mengatakan, pihaknya sengaja menempatkan personilnya di lokasi atau titik-titik keramaian, untuk mencegah hal-hal yang tidak diingini.
“Kita sengaja menempatkan petugas pengatur lalulintas di lokasi atau titik-titik keramaian, termasuk di depan sekolah-sekolah. Terutama sekolah yang berada di sekitaran jalan lintas, sebagai upaya kita memberikan pelayanan ke masyarakat,” katanya. (RD)













