KAYUAGUNG I Pemandangan yang tak lazim dalam satu bulan terakhir mulai terlihat di desa sungai ceper, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan. Salah satu desa terpencil dimana warganya terjebak dengan permainan judi. Kini, mulai belajar mengenal AlQuran hal ini tidak terlepas dari dorongan dan kerja keras PT Sampoerna Agro yang ikut serta mengirim beberapa ustadz ke desa tersebut.
PT Sampoerna Agro dengan beberapa ustadz mulai mengajarkan metode pembacaan Al-Quran dengan system Albarqy sejak akhir Mei lalu yang dilaksanakan di masjid yang ada di desa tersebut. Terutama bagi masyarakat yang belum bisa maupun lancar membaca kitab suci AlQuran.
Robiah, warga Desa Sungai Ceper dusun Daratan, salah satu peserta mengaku sangat senang megikuti program ini. Apalagi nenek lima cucu ini terakhir belajar Alqur’an sekitar 40 tahun yang lalu. Hanya sebatas SD beliau tamat dan selama puluhan tahun terjebak pada permainan judi kartu yang telah begitu membudaya di masyarakat khususnya kaum ibu.
Di awal belajar, huruf hijaiyahpun beliau tak semuanya hafal. Dengan niat dan semangat yang begitu kuat, Robi’ah beserta ibu-ibu lainnya belajar membaca AlQur’an metode AlBarqy dengan dibimbing 3 ustadz muda yang diutus khusus oleh CSR PT. Sampoerna Agro. Namun tak lebih dari 30 menit, separuh huruf hijaiyah dan membaca sambung langsung dikuasai. “Alhamdulillah, saya bisa mengaji. Terimakasih sudah dibimbing pak ustadz dan sekarang diberi hadiah AlQur’an dari sampoerna agro,” ungkapnya.
“Dari PT Sampoerna agro juga ikut dua ustad mendampingi ,” ungkapnya.
Saat ini, program tersebut telah berjalan dan beberapa warga telah diwisuda kenaikan. ” Pemerintah desa mendukung program ini apalagi dalam kondisi ramadhan, banyak warga yang ikut serta,” tukasnya.
