
Dalam kesempatan itu, ketua Dekopin Sumsel Budiarto mengatakan 15 tahun terakhir, kondisi koperasi seakan hidup segan mati tak mau. “Artinya sudah banyak koperasi yang pasang-surut,” katanya.
Kendati demikian di Palembang sendiri sudah banyak koperasi yang bagus. seperti koperasi karya jasa dengan aset lebih dari Rp50M dan koperasi tani juga dengan aset Rp50M lebih. “Target kita kedepan membentuk koperasi yang berkualitas,” lanjutnya.
Dikatakannya, koperasi berfungsi untuk menggerakkan ekonomi berkonstitusi karena keberadaannya dijamin oleh UU. Walaupun seharusnya mandiri namun keberadaannya dianggarkan oleh APBN dan APBD Provinsi.
Roslina, ketua Dekopinda Palembang yang baru dilantik mengaku saat ini koperasi Palembang berjumlah 1.070. Namun untuk kondisinya sendiri belum tahu apakah tiggal papan nama saja atau memang masih aktif. “Namun koperasi memang harus ada pendidikan. Karena koperasi hidup karena ada pendidikan,” ungkapnya.
Walikota Palembang, H Harnojoyo menambahkan. Bank berkeinginan untuk memberikan pinjaman kepada UMKM tapi yang seringkali terkendala adalah masalah administrasi. “Saat terjadi situasi seperti itu maka ada koperasi untuk memberikan pinjaman untuk memperbaiki perekonomian masyarakat Palembang,” imbuhnya lagi.
Lebih lanjut dikatakanya, untuk menyokong keberadaan koperasi pihaknya juga seringkali melakukan pelatihan kepada koperasi. “Yang jelas kami sangat mensupport, dan saya berharap koperasi harus bisa bersaing menghadapi MEA,”jelasnya. (Supardi)