Berita Daerah

Pemkab OKI Minta Pembangunan Tol Kayuagung – Palembang Dikebut

225
tol-kayuagung

KAYUAGUNG I Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), meminta agar pihak perusahaan ‎agar dapat menyelesaikan target pembangunan Jalan Tol Kayuagung-Jakabaring, palembang sepanjang 34 kilometer dengan lebar 50 meter, harus selesai sebelum Asian Games 2018.

Dalam menyelesaikan target tersebut‎, Perusahaan Daerah (PD) Bende Seguguk dan PT Sriwijaya Makmur Persada (SMP) selaku owner, menggandeng 4 perusahaan besar yakni, PT Prima Indojaya Mandiri (PIM), PT Cungma, PT Yasa Patria dan PT Waskita hingga kini terus mengebut pengerjaannya.

PT PIM sendiri bertugas menyelesaikan Pembangunan Tol sepanjang 4.500 meter dari Pintu Tol Celikah Kayuagung hingga pintu Tol Desa Batu Ampar Kecamatan SP Padang. “Dari kontrak kerja 4.500 meter, hingga saat ini sudah 750 meter penimbunan dan pengerasan jalan yang telah kita kerjakan,” ungkap Jaya selaku Pengawas Lapangan PT PIM kepada wartawan, Kamis (5/1/2017).

Katanya, walaupun secara keseluruhan Jalan Tol ditarget selesai sebelum Asian Games 2018, namun PT PIM sendiri ditarget sebelum akhir 2017 untuk menyelesaikan satu ruas jalan yang bisa dilalui. “Sebelum Desember 2017, satu ruas jalan ini harus bisa dilalui, jadi kita terus mengebut pekerjaan, tanpa harus mengabaikan kualitas jalan tol itu sendiri,” tandasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) OKI, H. Husin, S.Pd, MM menjelaskan, dalam upaya mendukung percepatan, Pemerintah Kabupaten OKI yang menggagas pembangunan tol ini telah menyertakan modal sebesar Rp66 Miliar, dimana Pemda telah menghibahkan tanah untuk dijadikan lokasi pembangunan proyek yang telah diwacanakan sejak tahun 2011 lalu ini. Penyertaan modal yang dilakukan Pemkab OKI senilai Rp66 Miliar merupakan pembebasan lahan tol milik masyarakat dengan cara diganti rugi.

“Total ganti rugi yang telah kita bayarkan kepada masyarakat senilai Rp64 Miliar. Lalu tanah itu kita hibahkan kepada PD Bende Seguguk untuk dijadikan modal kerjasama dengan PT SMP. Dan ada tambahan Rp2 Miliar kepada PD Bende Seguguk sebagai modal kerja, karena PD ini baru, sehingga belum memiliki asset ataupun modal untuk menjalankan perusahaan, sehingga kita subsidi,” ungkap Sekda, Kamis (5/1/2017).

Setelah proses hibah kepada PD Bende Seguguk, menurut Sekda, kewajiban Pemerintah Daerah telah selesai, namun pihaknya terus melakukan pengawasan dalam hal kerjasama pembangunan proyek tol, jika seandainya ada kendala yang dihadapi di lapangan.

“Nantinya antara PD Bende Seguguk dan PT SMP, ada kesepakatan bagi hasil dalam pengelolaan Tol Kayuagung-Jakabaring ini. Tol ini juga nantinya akan terkoneksi dengan Tol Pematang Panggang-Kayuagung, yang merupakan proyek APBN. Mudah-mudahan pengerjaannya bisa selesai tepat waktu,” pungkas Sekda. (Romi)

Exit mobile version