Lahat- Pemerintah Kabupaten Lahat melaui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dengan menggelar kegiatan Penguatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di satuan PAUD.
Plh. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Dr. Hasperi Susanto, S.Pd., MM., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali para pendidik PAUD dalam mewujudkan profil lulusan anak usia dini yang berkarakter dan berdaya saing. “Delapan dimensi profil lulusan PAUD yang harus menjadi pedoman adalah keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi,” jelas Hasperi, Jumat (20/6/2025).
Selain itu, ia menegaskan pentingnya menanamkan kebiasaan positif sejak dini kepada anak-anak melalui program tujuh Kebiasaan Anak Hebat, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.
“Pembentukan karakter dimulai dari kebiasaan. Sekolah perlu membangun rutinitas seperti senam pagi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, berdoa sebelum belajar, dan membiasakan anak membaca dengan pemahaman, bukan sekadar mengeja,” tambahnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Lahat sekaligus Ketua TP PKK, Ir. Sri Meliyana, mengatakan sekaligus membuka kegiatan tersebut, menekankan bahwa konsep deep learning di PAUD bukan hanya sekadar mengenalkan materi, tetapi menumbuhkan pemahaman yang lebih mendalam pada anak.
“Deep learning itu bukan hanya belajar tentang ‘apa’, tetapi juga mengapa dan bagaimana. Kita ingin guru-guru PAUD kita mampu membimbing anak berpikir dan memahami secara mendalam, bukan sekadar menghafal,” ujar Sri Meliyana, saat mengikuti kegiatan Penguatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di satuan PAUD di Hotel Cendrawasih, Lahat.
Ia juga menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal dalam proses pendidikan anak usia dini. Menurutnya, budaya lokal harus dikenalkan terlebih dahulu sebelum budaya lain, sebagai jati diri anak sejak dini. “Anak-anak harus dikenalkan dulu pada budayanya sendiri. Ini adalah warisan yang harus kita banggakan, dan menjadi ciri khas dalam membesarkan generasi masa depan Lahat,” tegasnya.
Sri Meliyana juga menyoroti pentingnya peran Bunda PAUD dalam mendukung terciptanya pendidikan yang bermutu dan menyenangkan di setiap satuan pendidikan.“Anak-anak jangan sampai merasa terbebani. Sekolah harus menjadi tempat menyenangkan yang menjawab rasa ingin tahu mereka dan membentuk karakter positif sejak dini,” tutupnyatutupnya. Sfr
