BANGKA BARAT – Pembuatan SKCK di Polres Bangka Barat yang dilakukan di Gedung Satu Pintu Pelayanan Polres Bangka Barat sangatlah mudah dan persyaratan yang dibutuhkan juga tidak banyak.
Beberapa persyaratan yang harus dibawa untuk membuat SKCK diantaranya Fotokopi Kartu Tanda Penduduk, fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi Akte Kelahiran, rumus Sidik Jari, dan menyediakan foto berukuran 4x6cm sejumlah 3 lembar, 2×3 1 lembar dengan latar belakang merah, serta surat Rekomendasi dari Polsek.
Setelah seluruh dokumen sudah Anda bawa dengan lengkap maka Anda tinggal mengunjungi kantor Polsek ataupun Polres terdekat untuk melakukan permohonan pembuatan SKCK.
Ketika sampai maka akan diserahkan sebuah blanko yang harus diisi berupa berbagai informasi pribadi dan berbagai pernyataan bahwa tidak pernah melakukan tindak kejahatan.
Isilah blanko tersebut dengan benar agar proses bisa berjalan dengan lebih cepat dan mudah. Setelah blanko sudah diisi, lanjutkan prosesnya dengan melakukan scan sidik jari.
Sesudah melakukan scan sidik jari maka sudah bisa menunggu sekitar kurang lebih selama satu jam sampai petugas akhirnya memanggil nama dan menyerahkan dokumen SKCK yang sudah disahkan oleh pihak kepolisian.
Agar tidak repot untuk bolak balik, sebaiknya menyiapkan berbagai fotokopi dokumen dalam jumlah yang cukup banyak. Selain itu juga jangan lupa untuk menyediakan pulpen agar tidak perlu repot meminjam kepada orang lain.
Usahakanlah agar datang lebih awal untuk menghindari antrian yang umumnya terjadi pada siang hari dan menghindari agar pelayanan masih belum ditutup. Pelayanan SKCK sudah beroperasi mulai dari Senin hingga Jumat mulai dari pukul 08.00 pagi hingga Pukul 15.00 Wib sore hari.
Loket pendaftaran sudah ditutup seusai waktu makan siang sehingga Anda harus datang sebelum waktu makan siang dimulai dan dilanjutkan lagi pukul 13.00 wib.
Diketahui Biaya yang akan dikeluarkan membuat SKCK sebesar Rp. 30.000,-
“Kami sebagai masyarakat merasa terayomi dengan pelayanan pembuatan SKCK di Polres Bangka Barat ini sangat cepat mudah efisien,” kata Nadi, warga Parittiga seusai pembuatan SKCK. (Doni)
