Lahat, – Langkah penguatan tata kelola data desa, sejak tahun 2021 lalu sudah dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Lahat bersama Pemkab Lahat, melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Dengan tujuan untuk mewujudkan Satu Data Desa Indonesia. Saat ini tercatat, sudah ada lima desa di Kabupaten Lahat yang menjadi Desa Cinta Statistik.
Kelima desa tersebut diantaranya, Desa Manggul Kecamatan Lahat, Desa Tanjung Beringin Kecamatan Gumay Talang, Desa Gedung Agung Kecamatan Merapi Timur, Desa Pagaruyung Kecamatan Kota Agung dan Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan.
Bupati Lahat, Bursah Zarnubi mengakui, pentingnya data yang presisi dan terpercaya sebagai fondasi setiap kebijakan pembangunan. Untuk mewujudkan membangun desa, tentunya dibutuhkan penguatan data. Sehingga program yang akan disalurkan, tepat sasaran.
“Membangun dari desa, menguatkan data. Kita harus bekerja simultan untuk
mengumpulkan data yang presisi, agar diketahui betul apa yang dibutuhkan oleh tiap desa,” ujar Bupati Lahat, Kamis (14/8/2025).
Sementara, Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Sumsel, Ir Taupiq Hidayat Nr MM, menerangkan, desa ialah ujung tombak pembangunan, yang merupakan fondasi pembangunan nasional. Namun kondisinya, selama ini desa sering hanya menjadi objek permintaan data dari berbagai instansi, tanpa integrasi yang memadai, sementara kualitas data yang diberikan belum optimal.
“Program Desa Cantik ini agar desa mampu mengelola data secara mandiri, rapi, dan berkualitas. Target akhir program ini adalah terwujudnya Satu Data Desa Indonesia, yang memenuhi prinsip satu standar data, satu metadata, dan satu referensi, sehingga data dapat dibagi pakaikan lintas level pemerintahan,” terangnya.
Disisi lain, Kepala BPS Kabupaten Lahat, Dedi Fahlevi MSi menuturkan, lima desa yang telah menjadi desa cantik diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menyiapkan operator dan sistem pengelolaan data yang baik. Selain meningkatkan kapasitas perangkat desa, program ini juga menumbuhkan budaya statistik di masyarakat.
“Dengan data yang rapi dan valid memungkinkan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, pemanfaatan anggaran yang lebih efektif, dan transparansi informasi publik,” tuturnya. Ean













