Berita Daerah

Lagi, Mentan RI Bakal Panen Raya di Kabupaten OKI

240

KAYUAGUNG I Panen raya padi di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) tmulai dilaksanakan pada pertengahan Juli tahun ini terutama pada sawah tadah hujan yang terjadi di beberapa wilayah OKI, seperti Lempuing, Lempuing Jaya, Sungai Menang, maupun Air Sugihan. Namun untuk luas lahan sawah yang panen terbesar berada di kawasan Kecamatan Lempuing, dan Lempuing Jaya.

Kepala Dinas Pertanian Syarifuddin mengatakan, ada sekitar 20 ribu hektare lahan sawah tadah hujan di daerah tersebut yang akan panen raya. “Nah dalam waktu dekat ini kemungkinan tanggal 20an bulan ini akan datang menteri pertanian ke OKI untuk melakukan panen raya lagi,” ujar Syarifuddin saat memantau persawahan di Lempuing dan Lempuing Jaya yang siap panen.

“Memang sudah lama kita canangkan dan sosialisasikan penggunaan pupuk cair dan meninggalkan pupuk kimia. Nah untuk hasilnya akan dilihat nanti,” bebernya.

Namun disampaikannya bahwa penggunaan pupuk cair organik membuat pertumbuhan padi menjadi lebih baik. Batang menjadi bagus dan Malai lebih brenas atau lebih berisi. “untuk perbandingan beras yang dihasilkan nanti akan kita lihat,” sambungnya.

Kemudian ada varietas terbaru yang diuji coba dalam lahan tadah hujan di pertanian Lempuing dan Lempuing Jaya,. Yakni varietas Hibrida Pioneer. “Namun memang untuk padi yang akan dipanen nanti juga ada jenid Ciherang, Ciliwung dan Sinto gendut. Kita juga mengajak  masyarakt untuk meninggalkan padi jenis Ciherang karena mudah terserang hama,” sambungnya,

Sementara untuk harga beras di kalangan petani berkisar Rp7100-7200. Pihaknya juga telah berupaya agar bulog siap menampung beras petani lantaran harganya bisa berkisar Rp7300. “kalau di Lempuing  dan Lempuing Jaya langsung jadi beras bukan jadi gabah, karena banyak pabrik penggilingan disana,” sambungnya.

Katanya, target produksi padi tersebut dapat tercapai melalui hasil panen padi reguler sebesar 597.624 ton, ditambah hasil dari Budidaya padi hibrida dengan jajar legowo sebanyak 15.278 ton dan hasil dari kegiatan lain sebanyak 238.609 ton. “Kami yakin target bisa tercapai, apalagi kita mendapat kuota cetak sawah baru sebanyak 11.000 hektare,” katanya.

Produksi Padi di OKI, jelas Syarifidin, didukung oleh lahan pertanian seluas  120.480 ha sawah lebak, irigasi seluas 650 ha, sawah tadah hujan seluas 36.411 ha, sawah lebak 57.603 ha, Folder 5.175 ha dan sawah pasang surut 20.641 ha.” Setiap tahun kita targetjan lahan pertanian di OKI terus bertambah, kita upayakan tidak ada lagi alihfungsi lahan,” terangnya.

Dijelaskanya ditahun 2015 lalu, Kabupaten OKI mampu memproduksi Padi sebanyak 639.545 ton dari luas panen 139.839 hektar. “Dari hasil produksi padi itu, Kabupaten OKI telah mampu meningkatkan produksi sebanyak 12%, kemudian kabupaten OKI masuk dalam 10 besar nasional dan peringkat 2 di Sumsel, sebagai daerah produksi padi terbesar,” Jelasnya. (Romi Maradona)

Exit mobile version