OKI Maju Bersama

Kualitas Udara Menurun, Pemkab OKI Bagikan Masker dan Batasi Aktivitas Sekolah

10

OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (Pemkab OKI) memperkuat langkah perlindungan masyarakat menyusul menurunnya kualitas udara akibat kabut asap.

Pemkab OKI menyiapkan 80.000 masker dan 5.000 vitamin untuk dibagikan kepada masyarakat. Selain itu, sekolah diminta membatasi aktivitas siswa di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI H Alamsyah mengatakan, distribusi masker dan vitamin telah dimulai sejak Senin (24/8/2026). Bantuan tersebut diprioritaskan untuk sejumlah lokasi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

“Sudah mulai kita sebar. Ketersediaan stok saat ini ada 80.000 pcs masker serta 5.000 vitamin,” kata Alamsyah, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, distribusi dilakukan secara bertahap dengan menyasar titik-titik strategis agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang tetap beraktivitas di tengah kondisi kualitas udara yang menurun.

Selain pembagian masker dan vitamin, Dinas Kesehatan OKI juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi masuknya asap ke dalam rumah, serta mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air yang cukup.

Warga juga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga ringan, beristirahat cukup, serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Bagi warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam hingga sesak napas, diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Langkah mitigasi juga diterapkan di sektor pendidikan. Pemkab OKI memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, namun sekolah diminta menyesuaikan aktivitas di luar ruangan dengan kondisi kualitas udara.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI Muhammad Refly mengatakan, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Namun, aktivitas yang melibatkan siswa di luar kelas, termasuk olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler, dapat dikurangi atau ditiadakan sementara apabila kondisi udara berada pada kategori tidak sehat.

“Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Namun, aktivitas di luar ruangan, seperti olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler, perlu dikurangi atau ditiadakan sementara jika kondisi udara tidak sehat,” ujar Refly.

Sekolah juga diminta meningkatkan pemantauan terhadap kondisi kesehatan siswa selama berada di lingkungan sekolah. Jika terdapat siswa yang mengalami keluhan seperti iritasi tenggorokan, mata perih, batuk atau sesak napas, pihak sekolah diminta segera memberikan penanganan awal dan berkoordinasi dengan orang tua.

Refly mengatakan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengevaluasi dampaknya terhadap kegiatan pendidikan. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat untuk menentukan langkah lanjutan sesuai kondisi di lapangan.

“Prinsipnya, pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikannya. Namun, pada saat yang sama, kesehatan dan keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama,” kata Refly. (*)

Exit mobile version