Pagaralam | Sempat tembus 20 ribu per kilonya kini Kopi Pagaralam hanya berharga dari 16-17 ribu perkilo gramnya hal ini diyakini petani lantaran Vietnam dan Brazil sedang puncak panen.
Dikatakan Rudi, salah seorang petani kopi warga Sumber Jaya Kelurahan Candi Jaya Kecamatan Dempo Tengah, saat ini harga kopi di pengepul di Kota Pagaralam bekisar 16 sampai 17 ribu per kilonya, padahal sudah mendekati lebaran. Kondisi ini cukup membuat petani kopi gelisah, pasalnya setiap menjelang hari besar harga kopi sudah dapat dipastikan anjlok.
“Hal inilah yang membuat petani selalu mempertanyakan penyebab pasti kondisi tersebut, sebab imbas dari anjloknya harga kopi yang paling merasa dirugikan adalah kita (Petani),”katanya. Kamis (8/8)
Terpisah Agil seorang pengusaha pengepul Biji Kopi di kawasan Pagar Gading Kecamatan Pagaralam utara membenarkan harga biji kopi sedang turun yang disebabkan oleh negara Vietnam dan brazil sedang puncak panen.
“Penyebab turunnya harga dikarenakan kuota eksportir PT sedang padat, intinya pasokan barang (biji kopi) sedang banjir dan kenapa mereka lebih memilih biji kopi dari luar disebabkan pengolahan biji kopi yang membuat berbeda dari kita Pagaralam,” ujarnya.
Lanjut Agil, pasokan kopi untuk perusahaan perusahaan penyambut biji kopi banyak mengambil dari negara Vietnam dan Brazil, hal ini juga dapat dilihat dari siaran pasar saham global.
“Jadi jelas bahwa ini bukan permainan pengepul namun secara garis besar memang harga dari perusahaan eksportir yang menyambut biji kopi Kota Pagaralam,” terang Agil.(Digo)
