Berita Daerah

Ketua DPD NasDem OKI : Media Jangan Salah Tafsir

338
×

Ketua DPD NasDem OKI : Media Jangan Salah Tafsir

Sebarkan artikel ini
Endeh
pemkab muba pemkab muba
Ketua DPD NasDem OKI : Media Jangan Salah Tafsir
Solahudin Jakfar Ketua DPD Parta NasDem Kabupaten OKI.

KAYUAGUNG I Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), H Solahuddin Djakfar meminta media jangan salah tafsir terkait statemenya yang dimuat dibeberapa media cetak dan online yang menyebutkan bahwa dirinya mengatakan ‘Saat ini Partai Nasdem belum memiliki bakal calon untuk maju ke Pilgub Sumsel’.

Katanya, statemen tersebut jelas salah tafsir dan bisa berdampak buruk terhadap citra partai NasDem. “Sudah jelas partai NasDem memiliki kader terbaik untuk berkompetisi di pilgub Sumsel yaitu Ir. Sahrial Oesman dan kita sudah menyatakan siap mendukung beliau,”katanya.

Solahuddin menjelaskan,  dalam pernyataan yang diungkapkannya kepada pewarta media ini bukan dalam konteks calon yang akan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel, melainkan terhadap bakal calon Kepala Daerah OKI yang memang saat ini belum memiliki calon karena belum ada keputusan partai, “Konteks yang dimaksudkan yakni cenderung mengarah kepada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten OKI, bukan terkait Pilgub,” jelasnya di Gedung DPRD OKI Rabu (12/10).

Dilanjutkannya, dalam penjelesan lanjutan saat dikonfimasi, Dirinya menyatakan untuk mencalonkan kader internal partai atau mengusung bakal calon Bupati diperlukan 9 kursi di parlemen, “Saat ini Partai Nadem OKI baru memiliki 3 kursi di DPRD, dengan demikian, untuk mengusung sendiri calon Kepala Daerah belum bisa diwujudkan. Untuk itulah, Partai Nasdem fokus dulu pada penguatan partai,” tuturnya.

Solahuddin kembali menegaskan, jawaban dirinya pada pemberitaan yang telah beredar merupakan penjelasan untuk bakal calon yang maju sebagai Bupati OKI yang saat ini belum ada keputusan partai, “Beritanya jangan dipelintir dan kalimatnya juga harus dikutip secara menyeluruh untuk menghindari multi tafsir di tengah masyarakat,” jelasnya. (Romi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *