Kamis (22/3), bertempat di oproom Pemda Lahat, Pjs Marwan Mansyur SH bersama perusahaan perkebunan di Lahat mengadakan silaturahmi. Walaupun dalam bentuk silaturahmi, namun Marwan meminta agar koordinasi pihak perkebunan dengan Pemda terjalin erat dan sistematis.
Dirinya meminta adanya laporan maupun pertemuan setiap tri wulan terkait permasalahan maupun kegiatan oleh pihak perusahaan. “Jangan baru ada demo, baru dilakukan koordinasi. Bagaimana pun juga pemerintah daerah berperan untuk memfasilitasi mediasi permasalahan yang ada,” ungkap Marwan.
Sambungnya, ke depan pihaknya menginginkan ada laporan secara transparan terkait masalah yang ada. Apakah itu masalah HGU, gaji, tunjangan, maupun tenaga kerja. Lalu penyelesaian masalah yang ada juga dilakukan secara transparan.
“Jadi pihak yang terlibat dan intansi yang berwenang hadir agar sama-sama tahu permasalahan yang ada dan solusinya,” ungkap Marwan.
Pihaknya juga berencana memangil perusahaan tambang yang ada di Lahat guna meningkatkan koordinasi dan mengetahui permasalahan yang ada antar perusahaan dengan warga.
Ditambahkan Nazarudin, Kabid Pertanahan Dinas Kawasan Pemukiman, Perumahan Rakyat dan Pertanahan menambahkan bahwa saat ini ada sekitar 7 permasalahan yang ada antara perusahaan dan warga. Namun dari beberapa permasalahan tersebut ada yang ditangani provinisi serta telah diselesaikan.
Dibagain lain, pihak PT Banjar Sari Pribumi perusahaan yang bergerak di bidang pertembagan yang sempat di demo warga di kantor Pemda Rabu lalu (22/3).
Ditemui di kantor Pemda Lahat mengaku siap menyelesaikan permasalahan yang ada seceara transparan. Pihaknya mengaku sebelum terjadi demo telah melalukan rapat dengan pihak Kades dan Camat. “Yang jelas kami telah melakukan ganti rugi di lahan yang kami garap. Nanti akan disampaikan ketika rapat dengan Pemda dan warga,” ujar Emil Zaman CDGR Community. (SFR)
