OKI Maju Bersama

Karang Taruna OKI Didorong Aktif Tangani Karhutla dan Persoalan Sosial

4

OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki mendorong Karang Taruna berperan aktif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berbagai persoalan sosial di masyarakat. Keterlibatan pemuda dalam membantu Satgas Karhutla disejumlah lokasi dinilai menjadi wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap daerah.

Muchendi mengatakan, Karang Taruna memiliki posisi strategis karena jaringannya menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Kedekatan tersebut menjadi modal untuk menggerakkan gotong royong, memperluas partisipasi pemuda, dan membantu menyelesaikan persoalan di lingkungan masyarakat.

“Karang Taruna ini sampai ke lapisan paling bawah, menyentuh akar rumput, menyentuh masyarakat secara langsung. Harapan kami, inilah peran Karang Taruna untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda agar bisa berkontribusi di tingkat desa,” kata Muchendi saat pengukuhan pengurus Karang Taruna Kabupaten OKI masa bakti 2026–2031, Rabu (21/10/2026).

Menurut dia, luas wilayah OKI menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan dan penanganan persoalan sosial. Karena itu, keberadaan organisasi kepemudaan dibutuhkan untuk memperluas jangkauan kegiatan sosial sekaligus memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.

Muchendi juga mengapresiasi keterlibatan anggota Karang Taruna dalam penanganan karhutla bersama satgas. Ia berharap kepedulian tersebut tidak hanya muncul saat terjadi bencana, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan berkelanjutan yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten OKI, lanjutnya, siap mendukung program Karang Taruna yang memberikan manfaat nyata. Ia meminta pengurus memetakan potensi setiap kecamatan dan desa agar program organisasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kegiatan sosial, olahraga, dan pemberdayaan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten OKI Muhammad Taufik mengatakan, kepengurusan baru berkomitmen menjalankan program secara mandiri dengan tetap memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak.

“Walaupun dalam kegiatan Karang Taruna kita tidak berpaku pada dukungan atau bantuan pemerintah daerah, kita juga berusaha menunjukkan gotong royong sebagai pengurus bahwa kita mampu mandiri,” ujar Taufik.

Salah satu program yang disiapkan adalah pelatihan digital bagi pemuda desa, khususnya untuk mengembangkan keterampilan sebagai kreator konten. Program ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi generasi muda sekaligus mempromosikan potensi lokal, termasuk kerajinan purun yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat OKI.

“Kami ingin membuat semacam pelatihan bagi pemuda di tingkat desa agar bisa berkarya menjadi kreator konten. Dengan begitu, mereka dapat mengembangkan diri dan memperoleh manfaat secara ekonomi,” kata Taufik.

Selain pelatihan digital, pengurus baru akan melakukan konsolidasi organisasi di 18 kecamatan. Agenda tersebut mencakup evaluasi kepengurusan yang telah berakhir masa baktinya serta pelaksanaan temu karya sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi.

Taufik berharap kepengurusan Karang Taruna OKI periode 2026–2031 mampu memperluas keterlibatan pemuda dalam kegiatan sosial, memperkuat kemandirian organisasi, dan menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. (*)

Exit mobile version