“Saya hadir atas undangan Bu Sri Meliyana (Anggota Komisi X DPR RI, red) selaku person komunitas,” terang Mario, Senin (25/9).
Inisiatif mengusulkan Megalit untuk dipromosikan ke kancah pemasaran Asia Tenggara ini diambil karena memang, menurut Mario, destinasi ini merupakan bagian dari peradaban dunia. Artinya bukan hanya milik Kabupaten Lahat, tetapi juga milik masyarakat dunia. “Sudah sepatutnya destinasi Megalit ini kita promosikan ke pasar internasional. Apalagi, Kabupaten Lahat merupakan daerah yang memiliki situs Megalit terbanyak di Indonesia. Dan ini sudah dikukuhkan oleh pihak MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia, red),” jelasnya.
Lebih lanjut dipaparkannya, pariwisata merupakan sektor yang perlu dikembangkan di Kabupaten Lahat. Sebab, jika pariwisata itu dikembangkan, maka dengan otomatis akan meningkatkan pula sektor ekonomi kerakyatan. “Karena dengan kemajuan sektor pariwisata tentunya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke lokasi-lokasi objek wisata, yang pada akhirnya berimbas pada sektor usaha rakyat di sekitar objek wisata yang ada,” urainya.
Dalam kegiatan Bimtek yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI ini, hadir diantaranya Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani Mustafa, Anggota Komisi X DPR RI Sri Melyana, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Akhmad Najib, serta sejumlah pejabat lainnya. (SFR)
