Musi Banyuasin

Jumlah Orang Gila di Empat Lawang Mencapai 352 Jiwa 50 Dipasung

399
gilo

EMPAT LAWANG I Hingga Desember 2016 ini, Dinas Kesehetan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang mencatat, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati berjumlah 352 jiwa, 50 diantaranya mengalami pemasungan.

“Yang sudah kita obati sebanyak 48 orang dengan rincian 10 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan 38 yang dipasung,” ujar Puspasari, Kadinkes Empat Lawang Selasa (6/12).

Dikatakanya, 10 orang yang dipasung saat didatangi pihak Pemerintah, pihak keluarga tidak mau yang bersangkutan (ODGJ, red) dibawah oleh pihak pemerintah untuk diobati.

“Memang biaya diatasi oleh pemerintah, namun kan harus ada yang mendampingi ODGJ yang kami obati itu. Ada alasan lainnya pihak keluarga malu,” katanya.

Pihak pemerintah, kata Puspasari, membawa warga Empat Lawang yang mengalami ODGJ ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar di Palembang

“Jika dihitung dua orang yang dipasung belum kita obati, karena 10 itu pihak keluarga yang menolak. Dua orang itu dalam waktu dekat akan kita obati,” ungkapnya.

Dijelaskannya, kategori dipasung tidak hanya dirantai ataupun di pasung kakinya memakai kayu, dikurung disuatu ruangan saja itu sudah termasuk dipasung.

“Jika ODGJ dipasung tingkat kegilaannya meningkat. Jadi kami minta kepada masyarakat Empat Lawang jika ada sanak saudaranya mengalami gangguan jiwa jangan dipasung, laporkan ke kami, agar dapat diobati,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, ketua komisi III, Darli meminta kepada pihak pemerintah agar bergerak cepat dalam mengobati dan membawa warga Empat Lawang yang mengalami gangguan jiwa.

“Jika ada keluarga yang menolak untuk diobati, pihak pemerintah harus lebih pintar dalam menjelaskan, kenapa dan untuk apa keluarganya (ODGJ, red) diobati,” tuturnya.

Darli juga mengingatkan, intasi terkait tidak saling lempar tangan dalam menangani permasalahan ODGJ. “Pihak pemerintah, seperti Dinas Kesehatan, lalu Dinas Sosial, dan Satpol PP, bekerjasama dalam mengatasi masalah ODGJ ini. Jangan saling lempar tangan,” tegasnya. (Ridi)

Exit mobile version