Bangka Belitung

Jembatan Emas Tak Berfungsi, Anggota Komisi V DPR RI Minta Dibongkar Saja

178
IMG-20190830-WA0028

PANGKALPINANG | Anggota Komisi V DPR RI,  Ir H Bambang Haryo Soekartono mengkritik pedas Jembatan Emas penghubung antara Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka yang sekarang tidak berfungsi.

Jembatan Emas yang dibangun 6 tahun lalu era mantan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Eko Maulana Akil Soeharso (almarhum) yang menghabiskan dana Rp400 miliar ini disarankan agar dibongkar saja demi kepentingan banyak pihak. 

“Jembatan Emas ini harus dibongkar saja daripada gak kepakai. Orang yang jaga gak ada,  ngapain ini, jembatan ini untuk apa? Ini yang menghambat kapal-kapal ke pelabuhan Pangkalbalam. Sehingga ekonomi pulau Bangka bisa terhambat akibat jembatan yang tak berfungsi, ” sebut Bambang saat meninjau lokasi jembatan Emas, Jumat pagi (30/8/2019).

Dikatakan politis partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)  ini, pemerintah provinsi Kepulauan Bangka Belitung harusnya mengkaji ulang dari Litbang maupun Bappenas.

“Ini kalau gak salah APBD ya. Pemerintah daerah yang lama tidak mempunyai perhatian terhadap ekonomi pulau Bangka akhirnya transportasi laut menjadi terhambat, ” ungkapnya. 

Patut disayangkan,  kata Bambang, jembatan Emas yang harusnya bermanfaat akan tetapi tidak berfungsi dengan baik. 

“Kita akan memberikan masukan agar pemerintah daerah ini mengkaji ulang.  Padahal dalam satu tahun disini ada 6300 kapal keluar masuk bisa terhambat. Jembatan ini bergantian antara fungsi darat dan fungsi laut.  Fungsi darat jembatan ini akan ditutup dan bisa dilewati darat dari Pangkalpinang ke Sungailiat dan sebaliknya,” kata dia. 

Akan tetapi fungsi laut, sambung Bambang,  dibuka lagi jembatan dengan akses yang sempit sekitat 50 meter ini sudah menyalahi aturan.

“Lebar kapal ini banyak yang diatas 50 meter dan ini sudah menyalahi aturan.  Harusnya lebar jembatan lebih panjang 2 kali dari kapal sehingga bisa dilewati.  Jika hanya 50 meter kapal harus antri dan ini yang menyebabkan fungsi darat harus menunggu berjam-jam. Sehingga jembatan ini pernah macet sesama riga tiga hari hingga mengakibatkan tidak berfungsi, ” bebernya.

Lebih jauh Bambang mengatakan, fungsi laut untuk akses perekonomian sehingga sangat perlu mengkaji jika ingin membangun jembatan. 

“Di laut Bangka ini banyak mengangkut logistik bukan hanya sembako.  Semua logistik lewat disini baik timah dan yang lain termasuk semua lewat. Ini semua bisa menghambat pertumbuhan ekonomi yang ada di Bangka. Sebab pertumbuhan ekonomi di Bangka ini yang terbesar,  tertinggi di seluruh sumatera. Semua akan bisa terhambat akibat jembatan yang tak berfungsi,” ungkap Bambang. 

Terakhir,  Bambang meminta siapa yang bertanggungjawab terhadap pembangunan jembatan Emas. 

“Ini suatu kesalahan besar jembatan Emas tak berfungsi hingga sekarang.  Harusnya dicari dari mana sumber kesalahan. Yang menyetujui anggaran ini siapa, harus dicari secara tuntas dan tidak boleh dibiarkan begitu saja,” pintanya. 

Dalam kunjungannya ke Pulau Bangka,  Ir H Bambang Haryo Soekartono didampingi oleh Pak Eko,  Manager pelayaran PT Bangka Jaya Line dan H Izuar dari KPLP Perhubungan. (doni)

Exit mobile version